Cacat Hukum, MUSDALUB KNPI TALA Digelar Lagi

Pelaihari, medeipublik.net

Musyawarah Daerah Luar Biasa (MUSDALUB)   KNPI Tanah Laut (Tala)  pada 30 Maret 2019 untuk kedua kalinya digelar lagi di Pelaihari dan   bakal seru  dengan diikutinya 3 Kandidat yang bakal bertarung yakni Supian Hadi. SH yang nota bene Plt Ketua KNPI, Hariyan Noor mantan Ketum HPPMTL dan  Hartono OKP HMI.

Gelaran  Musdalub kedua ini diadakan karena Musdalub yang pertama dianggap cacat hukum,  dimana beberapa  peserta ada  yang  tak merestui digelarnya rapat besar tersebut selain kosongnya jabatan Ketua yang ditinggalkan karena tersangkut kasus Korupsi .

Barisan Muda PAN Tala Khaidir di Pelaihari  Kamis (28/3)  berkomentar dalam rangka digelarnya MUSDALUB tersebut   persiapannya sudah dilakukan dengan baik dan sudah menyurati   30 Pengurus  OKP  ditambah PK.

Bahkan Panitia Pelaksana  sudah melakukan  koordinasi  dengan Bupati Tanah Laut Sukamta  yang menghasilkan  bakal membuka Rapat Besar KNPI tersebut juga  tersirat dukungan  pada kandidat yang diunggulkan Sosok H meski calon Ketua  mengemuka ada dua kandidat kuat yang bakal bersaig memperebutkan Ketua KNPI .  

 Sementra itu ditempat sama Penasehat KNPI Tala M. Noor berharap hasil MUSDALUB KNPI tersebut   jangan sampai terulang  lagi mencederai mencoreng Organisasi pemuda ini pada kasus  korupsi , Ketua , Pengurus terpilih harus  bersih dari money politik.

Siapapun yang  terpilih bisa bersinergi mengajak kawan OKP  dalam menjalankan   demokrasi yang baik, Ketua tak boleh bekerja sendiri atau  tidak mengajak temannya dalam menjalankan kegiatan keorganisasian.

Praktek pengurus yang menyimpang dari etika organisasi sempat menjadi gossip isu tak sedap bahwa Ketua Lama mengajak pengurus  keranah politik sehingga menimbulkan  organisasi dicap tak baik dimata publik.

Karena itu kedepan jangan ada keberpihakan atau termanfaatkan KNPI oleh   kepentingan Oknum yang ingin mengambil keuntungan dari organisasi pemuda ini. Mereka harus  independen,  apalagi 2020 sudah mendekati PILGUB Kalsel  janganlah mereka mudah terseret  pada kepentingan politik, Tegas M. Noor.  (Daus)    

author

Author: