DUA DESA DI LABUAN AMAS UTARA “MERANA”

BARABAI, Media Publik – Kondisi Jalan dan 14 buah jembatan Ulin  yang ada di desa Rantau Bujur dan Mantaas  Kecamatan Labuan Amas Utara (LAU) Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) sepanjang 8 KM rusak parah sehingga mengganggu akses transportasi di dua desa yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) dan Hulu Sungai Utara (HSU) tersebut.

Kerusakan jalan dan jembatan sudah berlangsung lama dan sampai sekarang belum ada upaya perbaikan dari pemerintah Kabupaten HST.
Menurut Kepala Desa Rantau Bujur Lukmansyah, jumlah jembatan yang rusak di desanya sebanyak 8 buah.
“Kerusakan jalan dan jembatan sangat parah, warga kami sangat kesulitan dalam membawa hasil tangkapan ikan dan hasil pertanian untuk di jual ke Pasar Barabai,” ujarnya kepada  Media Publik minggu lalu.
Padahal untuk kebutuhan ikan di Kabupaten HST, 50 persennya dipasok dari dua desa ini. “Sudah tidak terhitung lagi jumlah warga yang jatuh akibat terperosok di lubang jalan dan jembatan,” bebernya.
Hal yang sama juga disampaikan Kepala Desa Mantaas Mahyuni. Menurutnya jembatan yang rusak parah di desanya sebanyak 6 buah. “Karena rusaknya sangat parah, warga bergotong royong
memperbaikinya dengan menggunakan pohon asam dan batang kelapa,” bebernya.
Kepala Desa Rantau Bujur dan Mantaas sudah beberapa kali mengajukan proposal ke Dinas PU Kabupaten HST dan mengadukannya ke DPRD setempat.
“Tidak kurang dari 10 kali saya mengajukan proposal, namun tidak satupun yang di “gol” kan pemerintah,” ujar Kepala Desa Mantaas Mahyuni dengan nada kesal.

Di dua desa yang dihuni lebih dari empat ribu jiwa ini,  terdapat sarana pendidikan yang terdiri dari 3 Sekolah Dasar (SD) dan satu buah SMP. Sementara untuk SMA berada di ibukota Kecamatan yaitu di Kasarangan. “Akibat jalan dan jembatan yang rusak ini siswa yang bersekolah di SMA  dan MAN sering terlambat,” beber Kades Rantau Bujur Lukmansyah.
“Penderitaan” warga di dua desa ini makin lengkap apabila musim hujan tiba, karena jalan satu – satunya menuju ke Kota ini terendam air. Sementara kondisi sungai sudah dangkal akibat sendemen lumpur dan  dipenuhi eceng gondok.

Secara terpisah, Wakil Ketua DPRD Kabupaten HST Jainuddin Bahrani mengaku sangat prihatin dengan kondisi infrastruktur  di dua desa tersebut. “Saya meminta di tahun ini juga perbaikan jalan dan jembatan segera dilakukan,” beber politisi muda dari PPP ini. Jainudin sudah beberapa kali meninjau lokasi jalan dan jembatan yang rusak tersebut. “Perbaikan jembatan dan jalan di Mantaas dan Rantau Bujur harus di prioritaskan dan tidak bisa ditunda – tunda lagi,” pungkasnya. (Muhammad Anas – Media Publik)

Teks Foto: Beginilah kondisi jalan dan jembatan yang dikeluhkan warga Mantaas dan Rantau Bujur Kecamatan LAU Kasarangan. /Muhammad Anas

banner 300x250