KERJA CERDAS, KERJA KERAS DAN KERJA IKHLAS

banner 468x60

KERJA CERDAS, KERJA KERAS DAN KERJA IKHLAS

Bidang Perijinan, Era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) telah dimulai yang juga berarti membuka pintu masuk bagi pebisnis asing dari anggota Negara ASEAN ke kota ini. Arahan Presiden Joko Widodo untuk mempermudah pelayanan kepada pengusaha yang akan berinvestasi di Kota Banjarbaru direspon oleh  BPPT-PM Kota Banjarbaru dengan One Service/OS (Pelayanan Paket) yaitu pelayanan terpadu dalam satu pelayanan (One Service), seperti Perizinan Hotel yang akan keluar satu proses perizinan mencakup IMB, HO, SIUP, TDP dan Izin Operasional Hotel.  Juga ada One Day Service/ODS (Pelayanan Satu Hari Jadi) yaitu pelayanan satu hari bagi perizinan–perizinan tertentu yang masuk proses perizinan sebelum pukul 11.00 wita; seperti :-Izin Prinsip PMDN, Izin Penelitian/ Studi Riset, Izin Perpanjangan SIUP TDP, Izin Reklame Papan Nama Tempel/Non Tiang, dan Izin Perpanjangan TDI/IUI.
Bidang Empowering UMKM, bagi pelaku usaha mikro dan UMKM, era MEA menjadi warning  bagi pemerintah Kota Banjarbaru dalam hal ini Dinas Koperasi dan UMKM dan Disperindagtamben bertindak bersama pelaku usaha membuat strategi empowering. Selain rutin dilakukan pelatihan teknis, pelatihan manajerial usaha dan promosi pemasaran dalam pameran/bazar dalam maupun luar daerah. Sedangkan untuk memperomosikan produk produk UMKM di dunia maya, Pemko Banjarbaru, UMKM dan PT.TELKOM bekerjasama dalam program kampung UKM Digital Banjarbaru berupa disediakannya shelter wifi corner di PLUT KUMKM Banjarbaru.
Bidang infrastruktur, Dinas Pekerjaan Umum sebagai instansi atau SKPD yang membangun infrastruktur dan sarpras di bidang bina marga, cipta karya dan sumber daya air. Rutinitas tugas tersebut, tidak membuat SKPD ini miskin inovasi. Ini terbukti dengan adanya upaya menanggulangi permasalahan sanitasi tidak layak pada lingkungan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). inovasi ini membawa Kota Banjarbaru yang berhasil masuk dalam Top 99 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2016, bersaing dengan 426 proposal kategori Kota dan 2.476 Inovasi se-Indonesia.
Bidang kesehatan, untuk menunjang sistem informasi kesehatan yang terintegrasi, Dinas Kesehatan telah membangun aplikasi E-puskesmas untuk memudahkan penginputan data pasien dan data kesehatan lainnya, sehingga data kesehatan dapat dengan mudah diakses melalui komputer ataupun smartphone melalui jaringan internet.
Menindaklanjuti selesainya pembangunan gedung RSUD yang baru di jalan trikora Banjarbaru, BLUD RSU Banjarbaru telah melakukan persiapan untuk penyediaan jasa komunikasi sumber daya air dan listrik, penyediaan jasa non PNS, pengadaan peralatan gedung kantor, pemeliharaan rutin/berkala peralatan gedung kantor, serta pembuatan sumur bor pada rumah sakit yang baru. serta merencanakan penambahan layanan klinik/poli yaitu klinik medical check up, klinik spesialis radiologi, klinik IPWL/rehabilitasi napza/vct, klinik medik herbal, klinik spesialis jantung & pembuluh darah, serta klinik spesialis paru.
Guna meningkatkan mutu pelayanan Rumah Sakit secara berkesinambungan, segenap jajaran RSUD Banjarbaru terus berbenah, setelah 12 Pokja mendapat predikat terakreditasi sejak tahun 2005,  dan sertifikat ISO 9001:2008 khususnya terhadap pelayanan Laboratorium dan Neonatologi, juga dilakukan bimbingan Akreditasi dan pelaksanaan Survei Akreditasi oleh lembaga KARS.
Bidang pariwisata, melalui Dinas Kebudayaan Pariwisata, Pemuda dan Olahraga telah melakukan pembinaan atau telah bekerjasama dengan pelaku usaha terkait kepariwisataan, misalnya perhotelan, usaha travel, produsen produk unggulan atau ekonomi kreatif, pelaku seni dan sebagainya. Intens dikombinasikan 2 hal untuk orang lebih lama tinggal di banjarbaru, yaitu membangun kawasan wisata buatan seperti kawasan kuliner dan pusat keramaian lainnya yang tertata dan nyaman untuk orang datang yang melibatkan pihak swasta.  Juga akan dikerjasamakan dengan daerah tetangga untuk berkunjung ke obyek wisata daerah mereka, namun menginapnya di Kota Banjarbaru. Apalagi  Bandara Internasional Syamsudin Noor berada di Kota Banjarbaru, ini adalah peluang yang harus ditangkap agar orang luar yang datang bisa transit lebih lama dan membelanjakan uangnya di Banjarbaru.

banner 300x250

Implementasi E-Government, menindaklanjuti Roadmap Sistem Inovasi Daerah (SIDA) Kota Banjarbaru 2015-2019 yang menetapkan tema “Electronic Government (e-government/e-govt)) Untuk Mendukung Pelayanan Publik Dan Penguatan Ekonomi Kerakyatan Kota Banjarbaru”, maka Bappeda Kota Banjarbaru memfasilitasi ditetapkannya Keputusan Walikota Banjarbaru nomor 188.4.45/105/KUM/2015 tentang Pembentukan Tim Implementasi Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi Dalam Proses Pemerintahan Kota Banjarbaru Tahun 2015, atau lebih dikenal dengan tim e-govt. Tujuan dibentuk tim egovt adalah mengkoordinasikan dan mendorong percepatan implementasi egovt di Kota Banjarbaru sesuai tahapan dalam action plan. Dukungan TIK dalam tupoksi pemerintahan sudah tidak bisa ditawar lagi. Kemajuan teknologi yang begitu cepat berubah yang dimanfaatkan oleh warga masyarakat harus diimbangi dengan update nya teknologi yang digunakan aparatur pemerintah dalam melaksanakan tugasnya melayani masyarakat. Tim ini terus bekerja untuk mendorong percepatan impelementasinya pada 3 aspek, aspek sistem informasinya, infrastruktur dan sumber daya manusia..
3 Aspek Egovt yang sudah memadai dimiliki oleh LPSE Kota Banjarbaru sebagai unit kerja pemerintah daerah yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pelelangan secara elektronik. Akhir tahun 2015 telah terlaksanan pelelangan sebanyak 1513 paket dengan nilai menembus angka Rp 1,7 triliun. Dari proses tersebut, LPSE Kota Banjarbaru berhasil mendongkrak efisiensi anggaran sebesar 11.39 persen atau setara dengan nilai Rp 134.679.229.692,- .
LPSE Kota Banjarbaru pada tanggal 7 Mei 2015 mendapatkan 8 dari 17 sertifikat Standarisasi LPSE dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) melalui audit ke LPSE Kota Banjarbaru, berupa Standar Pengorganisasian Layanan, Standar Pengelolaan Perubahan, Standar Pengelolaan Layanan Helpdesk, Standar Pengelolaan Aset Layanan, Standar Pengelolaan Kapasitas, Standar Pengelolaan Anggaran Layanan, dan Standar Pengelolaan Sumber Daya Manusia. LPSE  Kota Banjarbaru bekerjasama dengan LPSE Provinsi Jawa Barat menghadirkan aplikasi Pakar Report yang semakin memudahkan Pemberian Informasi tentang pengadaan ataupun proses pengadaan yang sedang dan sudah diproses secara real time. Aplikasi ini dapat di kunjungi dengan alamat web : http://pembangunanbag.banjarbarukota.go.id.
Sedangkan SKPD leading sector yang mengelola TIK Pemko Banjarbaru yaitu Dishubkominfo juga terus berbenah. Dengan keterbatasan 3 aspek yang berperan dalam suksesnya egovt di Kota Banjarbaru mengadvokasi SKPD yang akan membangun aplikasi untuk mendukung tupoksinya seperti E-Puskesmas dan aplikasi lainnya.
Rentang waktu medio April 2015 – April 2016  telah banyak prestasi yang ditorehkan, seperti meraih supremasi bidang kebersihan piala Adipura, Balai Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP3K) Berprestasi Tk. Nasional, Kelurahan Loktabat Selatan mendapat predikat Kelurahan Pangan Aman, Terbaik II Penyuluh Pertanian Tk. Prop. Kalsel Tahun 2015, Terbaik III Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Tk. Prop. Kalsel Tahun 2015. Juga Banjarbaru telah memiliki Kampung KB di Kelurahan Sungai Tiung, Kampung Mandiri Energi dan Kampung Mina di Kelurahan Mentaos, Desa Pangan Aman di Kelurahan Mentaos, dll.

banner 468x60
author

Author: