banner 300x250

Kondisi India Tiongkok Bayangi Ekonomi Kalsel

Banjarmasin, mediapublik,net

Pertumbuhan ekomomi nasional berbeda dengan Kalimantan Selatan, di Indonesia Timur menglamai keterlambatan termasuk Kalimantan Selatan.
Regional Kalsel secara pertumbuhan ekonomi 4,62s/d 3.36 .% di triwulan ke 4. Kenapa demikian karena terjadinya kontraksi pada ekspor, curah hujan tinggi, hingga ekspor batu bara berpengararuh mengalami penurunan.
Juga belanja operasional tak terlalu besar baik swasta maupun pemerintah di triwulan 4 memang tak terlalu baik, ujar Kepala BI Kalsel Hary Murthy Gunawan disampaikannya pada pertemuan insan Pers minggu lalu d BI Banjarmasin.
Tahun 2017 pertumbuhan ekonomi kalsel 5,29 % justru meningkat jika dibanding 2016, 4,49 %.
Sektoral cukup baik sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi, didorong kinerja pertanian, pertambangan. Meski pada triwulan ke 4 menurun.
Dari review 2017 Basis ekonomi kalsel ekspor,SDA, investasi swasta meningkat.
Angka penyumbang inflasi di 2017 masih diwarnai tingginya harga komoditas angkutan udara, disusul listrik, nasi dgn lauk dan kue basah.
Prospek tahun 2018 ekonomi , kinerja Kalsel akan diwarnain dari pengaruh eksternal negara mitra kerja india, industri baja, semen, industri otomotif begitu luar biasa.
Negara Tiongkok juga jadi patokan tetapi  perlu diwaspadai pada negara ini yang mengurangi akses ekonomi luar bahkan bank sentral mereka lebih berhati hati.
Perlu juga diwaspadai Filifina, yang menerapkan ekonomi kehati hatian dengan menaikkan sektor pajak.
Untuk maapresiasi dua negara tersebut bisa tidak kalsel mengimbanginya.
Berharap 2018 inflasi bisa terkendali. dengan cuaca yg bisa bersahabat.
Untuk kawasan pertumbuhan ekonomi kalsel perlu diperhatikan adalah infrastruktur di Tanbu untuk segera dipenuhi.
Pengelola BUMD harus dimaksimalkan agar profesional untuk menarik investor.
Begitu juga Kawasan strategis Nasional Jorong Kabupaten Tanah Laut untuk diperhatikan pada sisi manajemen pengelola dalam penyelesaian lahan, infra struktur, kapasitas pengelola permodalan kecil yg tidak bisa leluasa untuk maksimal kerja.
Untuk akselarasi semuanya itu dukungan APBN, sangat dibutuhkan dalam bebaskan lahan serta promosi.
Melihat review ekonomi 2017, maka Prosfek 2018, pertumbuhan ekonomi tetap optimis dengan mendorong komoditi tak mengandalkan batubara, sementara inflasi terjaga stabil. (mpn)

banner 300x250