Meski Tahun Politik Ekonomi Kalsel Diprediksi Meningkat

banner 468x60

Banjarmasin, mediapublik.net

                Perekonomian Kalimantan Selatan dipenghujung tahun 2018 sebesar 5,16 % (yoy)  mengalami peningkatan di tahun sebelumnya  yang tumbuh sebesar 4,61 % (yoy).  Ini berbeda secara nasional yang alami melambat bersumber dari perlambatan ekspor mentah dari daerah Papua dan NTB.

                Dari sisi permintaan peningkatan pertumbuhan ekonomi Kalsel pada triwulan III 2018 bersumber meningkatnya kinerja ekspor dan investasi. Yakni ekspor batu bara dan CVO yang didorong oleh perbaikan  harga batu bara serta penen raya tandan buah segar (TBS). Sedangkan peningkatan investasi didorong oleh investasi infrastruktur serta industri.

banner 300x250

                Dari sisi penawaran peningkatan pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan pada triwulan III 2018 didorong oleh peningkatan kinerja sektor pertambangan dengan membaiknya harga , pertanian,  industri pengolah dankonstruksi.

                Meningkatnya kinerja di sektor Pertanian didukung oleh masuknya periode panen raya bagi subsectortabama (padi local) dan subsector perkebunan ( TBS) yang juga didorong oleh kinerja industry pengolahan.

                Selain itu peningkatan juga terjadi pada sector Konstruksi  sejalan dengan meningkatnya aktivitas investasi bangunan .

                Disinggung kekhawatiran keraguan akan melambannya pertumbuhan ekonomi Kalsel memasukitahun politik 2019, hal itu dibantah oleh Kepala Kantor Perwakilan  BI Kalsel Herawanto di Temu Jumpa pers bulanan di BI Banjarmasin, Kamis (10/1).

                Menurutnya hal itu malah ditahun 2019 prospektif ekonomi tumbuh dengan prediksi   5,8 %  dibanding sebelumnya 5,5 % ,  dimana permintaan barang alat peraga Kampanye akan menimbulkan peluang pendapatan bagi Produsen. Apalagi ekonomi kalsel takhanya bergantung dengan peningkatan ekspor batubara, tapi disektor Pertanian meningkatnya produksi gabah, perkebunan sawit serta mendorong untuk kegitan pariwisata.

                Menyambut awal tahun 2019 maka arah Kebijakan Bank Indonesia sekaligus merupakan Tantangan eksternal internal  dengan ketidak pastian ekonomi & keuangan global tetap berlangsung sehingga mendorong aliran danakeluar dari EM.

                Juga ketegangan antara AS dengan beberapa Negara mitra dagang belum menunjukkan indikasi yang membaik. Pertumbuhan ekonomi dunia 2019 kami perkirakan tertahan sehingga volume perdagangan dunia dan harga komuditas akan melambat.

                Secara domesticmaka pelebaran defisit transaksi berjalan dapat berimplifikasi pada tekanan depresiasi yang lebih besar dan meningkatknya kesenjangan pembiayaan ekonomi. Begitu juga terhadap Reformasi Struktural  untuk memperkuat daya saing yang memerlukan penguatan modal dasar  (Infrastruktur,modal manusia, dan produktivias). Pembangunan kapasitas kapabilitas industri yang perlu lebih banyak berperan dalam menghasilkan ekspor.

Optimalisasi Peluang dan mitigasi risiko yang muncul dari pesatnya arus digitalisasi, jelas Herawanto.  (Daus)

banner 468x60
author

Author: