Rp5 miliar kepada petani Tabalong untuk memperbaiki kualitas karet alam

banner 468x60

Banjarmasin,  Media Publik
Pemerintah Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan akan menggelontorkan kredit lunak dengan total Rp5 miliar kepada petani untuk memperbaiki kualitas karet alam daerah tersebut.

Pimpinan Kelompok Bisnis Mikro Bank Kalimantan Selatan Fakhrudin di Banjarmasin, Sabtu, mengatakan upaya pemberian pinjaman lunak kepada petani karet melalui dana APBD tersebut akan disalurkan melalui Bank Kalsel cabang Tanjung.

“Kita telah membuat kesepakatan dengan Pemkab Tabalong untuk menggelontorkan kredit lunak untuk petani karet,” katanya.

banner 300x250

Hanya saja, kata dia, apakah kredit tersebut tanpa bunga dengan sistem administrasi atau dengan bunga ringan, hingga kini masih dalam pembicaraan,” katanya.

Menurut Fakhrudin, melalui dana Rp5 miliar yang disalurkan oleh Bank Kalsel tersebut, diharapkan akan mampu meningkatkan kualitas karet masyarakat, sehingga harga jualnya kembali bersaing.

Pemerintah berharap, melalui dana tersebut, masyarakat tidak lagi langsung menjual karet mentah, tetapi mengolahnya terlebih dahulu hingga membentuk lempengan dengan kadar air yang telah jauh lebih rendah.

Melalui pengolahan tersebut, kata dia, maka harga karet setengah jadi tersebut akan jauh lebih mahal hingga tiga kali lipat dibanding tidak diolah sama sekali.

Program tersebut, tambah dia, akan mulai dicanangkan pada 21 Oktober 2015, sedangkan penyalurannya akan secepatnya dilaksanakan, paling lambat awal tahun 2016.

“Bila program tersebut berjalan dengan baik dan lancar, pengembalian masyarakat juga tidak tersendat, Insya Allah Bank Kalsel, bisa memberikan dana pinjaman tambahan,” katanya.

Menurut Fakhrudin, pada acara tersebut, akan dihadiri oleh Penjabat Gubernur Kalsel, sehingga diharapkan seluruh bupati juga bisa hadir, dan siap mengadopsi program peningkatan kualitas karet sebagaimana yang dilaksanakan di Tabalong.

Bank Kalsel, kata dia, saat ini cukup konsen membantu pembiayaan karet, sedangkan untuk sawit masih kurang mendapatkan porsi pembiayaan di banknya orang banua tersebut.

“Selain karet, kita juga konsentrasi untuk membantu pembiayaan pengembangan kelompok petani padi atau beras seperti di Kabupaten Barito Kuala,” katanya. (ant/ Ul)

banner 468x60
author

Author: