“Sanitasi” Tabalong Jelek!

46 Desa Berstatus Merah

 

Tanjung, Media Publik

Kabupaten Tabalong dengan berlabel daerah kaya yang dihuni berbagai perusahaan berkelas seperti Adaro dan Pertamina, rupanya tak menjamin permasalahan sanitasi lingkungannya menjadi baik. Sebab, secara umum gambaran keadaan sanitasi di Bumi Sarabakawa hingga saat ini masih dinyatakan buruk atau tidak sehat.

 

Sebagaimana data yang didapat Wartawan dari “Buku Putih Sanitasi”  yang dirilis Tim Sanitasi Tabalong, yakni terdeteksi semua Kecamatan Tabalong memiliki sanitasi tidak sehat alias berisiko tinggi. Bahkan dari 131 desa yang dimiliki, terdapat 46 desa dengan sanitasinya berstatus merah atau berisiko sangat tinggi.

 

Uniknya, jika dilihat total belanja modal untuk sanitasi dari APBD murni Pemkab Tabalong, yakni mencapai total Rp 18,567 milyar pada pos-pos anggaran SKPD terkait atau tergolong besar total belanja daerah untuk belanja sanitasi.

 

Bahkan jika dibagi dengan jumlah penduduk Tabalong  yang mencapai 230 ribu jiwa itu, maka belanja modal sanitasi per penduduk sudah Rp 82 ribu, atau sudah diatas standar penilaian sanitasi sehat, yakni diatas dari Rp 5 ribu per penduduk.

 

Tim Kelompok Kerja Sanitasi Tabalong, Rowi Rawatianice saat dikonfirmasi Rabu (16/4) tadi mengatakan, salah satu faktor lain penyebab masih buruk atau tidak sehatnya sanitasi di Tabalong yang berdampak timbulnya berbagai penyakit menular disebabkan masih rendahnya kesadaran warga masyarakatnya terhadap kebersihan lingkungan khususnya tentang sanitasi.

 

“Namun, juga peran pelayanan SKPD terkait, baik terhadap terarahnya sektor pembangunan bidang sanitasi. Juga supaya lebih menggalakkan lagi sosialisasi terhadap sanitasi lingkungan berkaitan hidup bersih dan sehat,” ucapnya kepada Wartawan.

 

Diungkapkannya, data keadaan sanitasi yang dituangkan dalam buku putih sanitasi Tabalong dari tim kerja sanitasi Tabalong sudah terbentuk pada 2011 lalu lewat keputusan Bupati Tabalong. pihaknya juga sudah merekomendasikan hasil data sanitasi Tabalong guna sebagai strategi pembenahan sanitasi untuk rencana pembangunan jangka menengah (RPJM) daerah.

 

“Ya modah-modahan saja hasil rekomendasi kami itu nantinya bisa diwujudkan oleh pemimpin baru Tabalong ini,” tukasnya (zul fahmi)

 

Rate this article!
author

Author: