banner 300x250

SINYAL POSITIF DAN PELUANG PENINGKATAN PERTUMBUHAN EKONOMI KALIMANTAN SELATAN 2016

SINYAL POSITIF DAN PELUANG PENINGKATAN PERTUMBUHAN EKONOMI KALIMANTAN
SELATAN 2016
Perekonomian Kalimantan Selatan pada triwulan IV-2015 tumbuh sebesar 4,14% (yay),
meningkat bila dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 3,92%1 (yay).
Peningkatan pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan pada triwulan IV-2015 didorong oleh
meningkatnya aktivitas investasi sehubungan dengan masih dipandang positifnya prospek
ekonomi ke depan yang tercermin juga pada meningkatnya pertumbuhan sektor konstruksi.
Permintaan domestik yang relatif baik turut mendorong peningkatan sektor industri, sektor
perdagangan, hotel dan restoran (PHR),serta sektor transportasi dan komunikasi. Di sisi lain,
sektor pertambangan dan sektor pertanian kembali tumbuh melambat. Melambatnya sektor
pertambangan karena masih terus menurunnya pertumbuhan ekonomi Tiongkok maupun harga
batubara. Sedangkan melambatnya sektor pertanian karena puncak efek positif EI Nino yang
hanya berlangsung pada triwulan 111-2015dan baru memasuki masa tanam pada triwulan IV-
2015.
Dengan demikian secara keseluruhan tahun 2015 perekonomian Kalimantan Selatan
tumbuh 3,84% (yay), lebih rendah bila dibandingkan dengan pertumbuhan tahun 2014 (4,85%
yay). Perlambatan pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan di tahun 2015 bersumber dari
melambatnya kinerja sektor utama khususnya pertambangan, disebabkan perlambatan ekonomi
Tiongkok dan terus turunnya harga batubara.
Dari sisi inflasi, pergerakan inflasi tahunan Kalimantan Selatan pada akhir triwulan IV-
2015 menurun dari triwulan sebelumnya. Laju inflasi tahunan pada triwulan laporan tercatat
sebesar 5,14% (yay), menurun signifikan dari triwulan 111-2015(7,03%, yay) maupun inflasi 2014
(7,28%, yay). Penurunan inflasi tahunan disebabkan oleh meredanya tekanan inflasi yang berasal
dari komoditas vo/atlle foods di sepanjang tahun 2015 didukung produksi yang meningkat,
pasokan yang terjaga dengan baik, koreksi harga bahan bakar minyak (BBM) seiring tren
penurunan harga minyak internasional serta penyelesaianproses konversi bahan bakar gas elpiji 3
kg di lima kabupaten pada akhir tahun. Secara triwulanan, inflasi triwulan IV-2015 sedikit
meningkat yang dipicu oleh kenaikan permintaan masyarakat pada akhir tahun seiring dengan
adanya sejumlah eventseperti perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW, Natal, dan Tahun Baru.
Pada triwulan-I 2016 perekonomian Kalimantan Selatan diprakirakan akan tumbuh
meningkat pada kisaran 4,1-4,3% (yay), sejalan dengan membaiknya sektor pertanian dan

pertambangan. Pada triwulan-I 2016 produksi subsektor perkebunan dan tabama akan
meningkat. Permintaan batubara Tiongkok juga diprakirakan sedikit meningkat meski bersifat
temporer yakni bertepatan dengan adanya perayaan Imlek.
Secara keseluruhan tahun 2016, perekonomian Kalimantan Selatan berpotensi tumbuh
meningkat pada kisaran 3,9-4,3% (yoy). Perbaikan kinerja sektoral khususnya sektor pertanian
dan sektor industri pengolahan akan mendorong ekspor, baik luar negeri maupun dalam negeri,
merespons peningkatan permintaan khususnya dari India, Jepang, ASEAN serta permintaan
dalam negeri. Sementara itu, kinerja sektor pertambangan cenderung masih terbatas karena
prospek harga batubara yang belum akan membaik. Perbaikan kinerja sektoral akan mendorong
investasi swasta. Investasi pemerintah juga akan kembali mendorong pertumbuhan ekonomi
seiring dengan berlanjutnya pembangunan sejumlah infrastruktur sehingga investasi secara
keseluruhan akan meningkat. Perbaikan kondisi sektoral yang tercermin pada kondisi korporasi
akan berdampak pada kondisi RT sehingga konsumsi RT diprakirakan juga akan tumbuh
meningkat.
Dari sisi prospek perkembangan harga ke depan, tingkat inflasi Kalimantan Selatan pada
akhir triwulan 1-2016 diprakirakan mengalami peningkatan yang tersifat temporer pada kisaran
5,30-5,50% (yoy) yang disebabkan oleh tekanan harga sejumlah komoditas pangan di awal
tahun seiring dengan musim tanam padi serta cuaca yang kurang kondusif di tengah-tengah
musim penghujan. Pada akhir tahun, inflasi berangsur menurun ke sasarantarget inflasi 4:1:1%.
Terkait analisis perkembangan ekonomi, inflasi, keuangan daerah, stabilitas sistem
keuangan, dan sistem pembayaran,

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan
Selatan telah menerbitkan buku Kajian Ekonomi dan Keuangan Regionai (KEKR)Triwulan IV-
2015. Buku tersebut mengulas secara lengkap perkembangan terakhir berbagai variabel ekonomi
makro serta prospeknya. Masyarakat yang berminat untuk membaca buku tersebut dapat datang
ke Perpustakaan Kantor Perwakitan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan, JI. Lambung
Mangkurat No.1 5, Banjarmasin. Selain itu, masyarakatjuga dapat mengunduh versi digitalnya di
alamat http://www.bi.go.idlid/pu blikasilkajian-ekonomi-regional/Contents/Def ault.aspx

SIARAN PERS KANTOR PERWAKILANBANK INDONESIAi’ll
PROVINSIKALIMANTANSELATAN

banner 300x250