TIKUS “OBOK – OBOK”TANAMAN PADIME

BARABAI, Media Publik Net – Puluhan hektar tanaman padi di Kecamatan Pandawan Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) dipastikan gagal panen karena diserang hama tikus.

Serangan binatang pengerat tersebut “meluluh lantakan” tanaman padi yang ditanam di lahan Lebak atau masyarakat setempat menyebutnya  bahuma surung yang baru berumur dua bulan. Hal ini membuat petani mengerut kening, harapan bisa memanen padi yang menguning pun sirna.

“Serangan tikus dilahan lebak tahun ini luar biasa, dalam satu malam bisa merusak padi 10 borongan, kami menderita kerugian yang besar,” ujar Baderi, seorang petani dari Desa Walatung, kepada Media Publik Net akhir pekan tadi.

Mantan Kepala Desa Walatung ini mengatakan, hampir seluruh tanaman padi di lahan Lebak dalam wilayah Kecamatan Pandawan diserang tikus. Selain di  persawahan Desa Walatung, hama tikus juga juga “mengobral abrik” tanaman padi yang ada di Desa Setiap, Kayu Rabah, Kambat Selatan, Mahang dan Buluan.

“Untung saja bahuma tabingan (sawah dilahan lebih tinggi, Red) sebagian besar bisa dipanen. Kalau gagal, maka warga bisa mengalami krisis pangan,” ujar Jazuli, Ketua RT 4 Desa Walatung.

Namun Jazuli mengaku prihatin, karena sebagian warga sudah ada yang kehabisan persediaan padi. “Warga saya sudah ada yang padinya habis, sehingga mereka mengandalkan beras dari bantuan pemerintah atau raskin,” bebernya.

Secara terpisah, Wakil Ketua DPRD Kabupaten HST, Jainuddin Bahrani meminta kepada warga untuk segera melaporkan kerusakan tanaman padi ini kepada dinas terkait. “Biasanya Dinas Pertanian akan memberikan bantuan tanggap darurat, seperti bibit, pupuk dan obat – obatan,” ujarnya.(Muhammad Anas)

banner 300x250