banner 300x250

Warga Desa Tanah Adat Karang Liwar Demo Diatas Kuburan Moyang

Portal  Pintu masuk Tanah Adat Dilabrak  Perusahaan Sinas Mas 

Kotabaru, Media Publik

Tuntutan Desa Warga Karang Liwar menuntut tanah adat dikembalikan dari pencaploknya PT Sinas Mas Grup , kini direfleksikan kembali dalam demo warga diatas kuburan nenek moyang mereka.

Dalam orasinya, Minggu (28/1) ditengah kebun sawit Tanah Adat  mereka menuntur agar sesegeranya mengembalikan Lahan kebun sawit yang sudah 22 tahun digarap oleh PT Sinas Mas, mereka juga menyesalkan selama penggarapan tanah mereka , PT Sinas Mas tak pernah memabagi hasil yang sudah disepakati 40 % untuk pemilik lahan adat warga Desa karang Liwar.

Kepada  Bupati ,  DPRD,  Kapolres , DANDIM Kotabaru sesegeranya  untuk membantu hak Tanah Adat mereka  dikembalikan.  Mereka butuh lahan ini untuk menghidupi keluarganya yang sudah turun temurun selama 50 tahunan.

Tak hanya di Kotabaru Warga Desa karang Liwar meminta Gubernur, DPRD , KAPOLDA, KODIM Kalsel  membantu penderitaan rakyat yang butuh makan, pendidikan, kehidupan.  Kembalikan tanah ulayat kami selama 22 tahun yang sudah dikuasai  PT Smart S Cantung, PT Tapian Nadengan

Saksi  kepemilikan tanah adat ini menyatakan ditandainya penguasaan tanah adat ini sudah jelas jelas, dimana  Nenek Datu,  Marina, Saudara, keluarga puluhan orang masih utuh berkubur dilahan adat ini.

Tindakan tegas juga dilakukan mereka pada Minggu (28/1 )  untuk kesekian kalinya menutup portal jalan masuk Perusahaan yang setiap hari melakukan kegiatan panen sawit. Namun apa daya ternyata pihak Perusahaan secara semena mena    melabrak kembali portal tersebut bahwa penguasaan tanah adat  Warga Desa Karang Liwar tersebut  tak diindahkannya. (MP)

banner 300x250