mediapublik, net, Jakarta
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan alasan Presiden Prabowo Subianto bersikeras mempercepat pertumbuhan ekonomi Indonesia, dari yang selama satu dekade terakhir tumbuh 5%, menjadi 8%.
Menurutnya, komitmen kepala negara itu didasari dari keinginannya untuk membuat Indonesia bisa cepat menjadi negara maju. Sebab, tanpa ada pertumbuhan tinggi, tak ada negara yang mampu naik kelas menjadi negara maju.
“Kalau mau jadi negara maju, semua negara maju pernah tumbuh double digit selama 10 tahun,” kata Purbaya dalam acara Dialog Interaktif Pemerintah Pusat dan Daerah: DPRD Kuat, Daerah Berdaya di Jakarta, Kamis (11/12/2025).
Purbaya menambahkan, laju pertumbuhan yang stagnan, sebelum suatu negara mampu menaikkan produk domestik brutonya (PDB) ke level negara maju, malah akan membuat perekonomian negara itu rentan.
“Kalau mau jadi negara maju, target harus tinggi. Kalau kita enggak berubah ya begini saja. Kalau ada gejolak dunia, hancur, kalau dunia maju ya segitu aja,” tutur Purbaya.
Sebagaimana diketahui, Indonesia kembali masuk dalam kelompok negara berpendapatan menengah atas atau Upper Middle-Income Country (UMIC) menurut World Bank.
Menurut Bank Dunia, Gross National Income (GNI) per kapita Indonesia tercatat naik sebesar 9,8% menjadi US% 4.580 di 2022 (2021: US$ 4.170).!
Mengacu pada klasifikasi Bank Dunia, suatu negara tergolong dalam kategori negara berpendapatan menengah atas jika memiliki PDB per kapita mulai dari rentang US$ 4.466 hingga US$ 13.845.(MP/.(arj/haa/ Robertus Andrianto, CNBC Indonesia)
