Ustadz M Faisal Rodi : RAMADHAN Hadiah Terindah dari Allah SWT

Banjarbaru,mediapublik.net

Jum,at kali ini menjadi lebih bermakna, pasalnya pelaksanaan itu dibulan Ramadhan bulan yang penuh mulia dan berkah   pada shalat Jum’at di Masjid Al-Ikhlas Banjarbaru (6/3) telah  dipandu  muadzin Syahruddin dari Martapura,  Khatib dan Imam Ustadz Muhammad Faisal Rodi dari Banjarbaru.

Tampak pantauan mediapublik.net saat itu Jamaah Jum’at Masjid Al-Ikhlas Banjarbaru meluber memenuhi ruang Induk Masjid hingga ke teras masjid. Tak hanya itu  jamaah juga menyimak dengan  khitmat mendengarkan khutbah yang disampaikan oleh Ustadz Muhammad Faisal Rodi yang lulusan Pondok Darul Mukhlasin Kota Magelang – Jawa Tengah.

Ustadz Faisal mengawali Khutbahnya menyapa Kaum muslimin jamaah Jumat Rahimakumulloh mengatakan   Sungguh tak ada nikmat yang paling besar dari ini, ketika di hari yg paling mulia, hari Jum’at Sayyidul Ayyam, di bulan yg paling mulia, Sayyidus Syuhur bulan Ramadhan, kita masih diberi hidup, nafas masih berhembus, jantung masih berdetak, diberi pula badan yang sehat dan hati kita pula masih tergerak ketika mendengar suara adzan berkumandang.

Kita tinggalkan segala aktifitas kita, segala pekerjaan kita, untuk menuju ke rumah Allah ini. Maka kita syukuri segala nikmat Allah ini dengan ucapan Alhamdulillahirobbil ‘alamin. Sholawat dan Salam kepada Baginda Nabi, اَللّهُمَّ صَلِّ عَلى سَيِّدِنَا مُحَمَّد ,

Betapa banyak orang yang sangat ingin sampai pada hari ini, namun apalah daya takdir berkata lain, umurnya tak sampai.  “kalau ajal sampai tak dapat ditunda walau sesaat tak pula dapat dimajukan walau sesaat” (QS. Al-A’raf ayat 34)

Dalam petikan Ustad yang mengenakan kopiah Haji dan Gamis Putih ini menyerukan  “Siapa yang puasa Ramadhan  karena iman dan semata mengharap ridho Alloh, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu”. (HR. Bukhari dan Muslim) Malamnya : “Barangsiapa mendirikan qiyam Ramadhan karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni”  (HR. Bukhari no. 37 dan Muslim no. 759).

Ramadhan bukan sekadar tradisi tahunan yang datang dan pergi begitu saja. Ramadhan adalah: Tangga utk menaikkan derajat, Mesin penghapus dosa, dan Momentum perubahan hidup.

Bisa jadi satu Ramadhan yang serius kita isi dengan maksimal amal soleh, lebih berat timbangannya daripada hidup puluhan tahun amal biasa.

Maka jamaah sekalian, Ramadhan adalah hadiah terindah dari Allah SWT. Jika hari ini kita masih hidup dan Allah mempertemukan kita dengan Ramadhan, itu berarti: Allah masih memberi kita kesempatan, Allah belum menutup pintu taubat, Allah ingin menghapus dosa dan menaikkan derajat kita, tutup Ustaz M Fasisal Rodi sembari melanjutkannya dengan sholat Jum,at berjamaah.  (Hart/MP.Com).