mediapublik.net, Bandung
Pemerintah Kabupaten Tanah Laut (Pemkab. Tala) melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) melaksanakan kegiatan capacity building dan benchmarking dalam rangka penguatan sistem informasi pengendalian inflasi daerah di Kabupaten Bandung, 15–17 April 2026.
Kegiatan ini dihadiri Wakil Bupati Tanah Laut H.M. Zazuli, jajaran TPID Tanah Laut, serta disambut langsung oleh perwakilan Pemerintah Kabupaten Bandung, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Diki Anugrah, bersama jajaran.
Dalam laporannya, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Tanah Laut Masturi menyampaikan bahwa secara umum Kabupaten Tanah Laut tidak mengalami kerawanan dari sisi pasokan bahan pokok.
“Komoditas pokok di Tanah Laut relatif surplus. Namun kami masih menghadapi kendala pada sistem informasi, khususnya terkait kecepatan dan integrasi data, baik di internal daerah maupun dengan pemerintah pusat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Kabupaten Bandung dipilih sebagai lokasi benchmarking karena dinilai telah memiliki sistem informasi yang terintegrasi dan real time hingga ke tingkat pasar.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mempelajari dan meniru praktik baik dalam membangun sistem informasi berbasis web yang dapat diakses kapan saja, termasuk oleh pimpinan daerah, guna mempercepat pengambilan keputusan strategis,” tambahnya.
Sementara itu, dalam sambutan selamat datang, Diki Anugrah menyampaikan apresiasi atas kunjungan Pemerintah Kabupaten Tanah Laut dan menegaskan pentingnya kolaborasi antar daerah dalam pengendalian inflasi.
“Pengendalian inflasi merupakan prioritas strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat. Oleh karena itu, peran TPID menjadi sangat penting, terutama dengan dukungan sistem informasi yang cepat, akurat, dan berbasis data real time,” ungkapnya.
Ia juga menjelaskan bahwa Kabupaten Bandung telah mengembangkan sistem dashboard informasi harga bahan pokok yang diperbarui setiap hari oleh petugas di lapangan.(MP/ diskominfostasan)
