mediapublik.net, Banjarmasin
BICARA SOAL FILM “BANJAR” di program Habar Banua TVRI Kalsel kemarin menurut Budi Ismanto. Dunia per filman di Kalsel dalam satu dekade ini mengalami kemajuan yang pesat.
Dari aspek kisah, minimal sudah ada 3 film berskala bioskop komersial dengan latar Banjar diantaranya film Saranjana, Kuyank dan Jendela Seribu Sungai, dan sebentar lagi akan tayang di bioskop Film Pirunduk yang kebetulan saya sebagai Produsernya, tutur Budi ( sapaan akrab Budi Ismanto).
Namun dari aspek Sumber Daya Manusia (SDM) dikaitkan dengan kuantitas produksi, film “Banjar” masih perlu berbenah. Beberapa unit dari proses produksi, SDM kita belum mumpuni, dan kita masih bergantung kepada SDM luar khususnya Jawa.
Namun saya optimis, 2 atau 3 tahun ke depan SDM untuk bidang perfilman komersial di Kalsel sudah siap sepenuhnya untuk memproduksi sendiri film berskala besar.
Kelemahan lainnya adalah, kurangnya peran pemerintah daerah dan para investor lokal untuk bersama sama membangun industri kreatif khususnya bidang per filman di Kalsel.
Kolaborasi para kreator film, invetor dan pemerintah daerah sangat dibutuhkan untuk memajukan sektor industri kreatif ini yang dampaknya turut membangun perekonomian dan mengangkat nama Kalsel di kancah nasional. (MP/Budi Ismanto-FB)














