Tidak Jelas Distribusi BBM bagi Nelayan Kuala Tambangan, Hari ini! DPRD Tala Gelar RDPU

Aksi Demo Mahasiswa Tuntung Pandang menuntut penanganan dugaan mafia solar subsidi di Desa Tabanio, Kecamatan Takisung. (foto, Redaksi8.com)

 

mediapublik.net, Pelaihari

Menyikapi kegiatan mahasiswa Tuntung Pandang dalam menyampaikan Aspirasi ke DPRD Kabupaten Tanah Laut pada senin 19 Mei 2026, hari ini Siang  Kamis 21 Mei 2026 DPRD Tanah Laut siang ini mengagendakan untuk melakukan Rapat Dengan Pendapat Umum (RDPU).

Adapun agenda yang dibincangkan adalah tentang Distribusi Subsidi BBM untuk Nelayan  yang bermasalah tidak adanya pemerataan mendapatkan jatah bagi nelayan untuk melaut.

Sebelumnya sempat terjadi Demo oleh Nelayan Desa Kuala Tambangan ke Rumah Rakyat DPRD Tanah Laut jalan Syairani Pelaihari dalam penyampaian aspirasi sayangnya  seluruh anggota DPRD Tanah Laut yang berjumlah 35 orang tidak ada ditempat yang diketahui sedang berada di Jakarta.

Dikutif dari Redaksi8.com , Aksi demonstrasi yang digelar Aliansi Mahasiswa Tuntung Pandang di kantor DPRD Tanah Laut, Senin (18/05/2026), berakhir dengan aksi simbolis penyegelan gedung dewan menggunakan tali rafia dan spanduk.

Aksi tersebut digelar untuk menuntut penanganan dugaan mafia solar subsidi di Desa Tabanio, Kecamatan Takisung. Massa meminta aparat penegak hukum hingga DPRD Tanah Laut turun tangan mengawal persoalan distribusi solar subsidi yang dinilai merugikan masyarakat.

Namun saat massa tiba di lokasi, tidak ada satu pun anggota DPRD Tanah Laut yang berada di kantor.Sekretaris DPRD Tanah Laut, Gentry Yuliantono, menjelaskan seluruh anggota legislatif sedang melaksanakan agenda dinas luar daerah yang telah dijadwalkan sebelumnya.

Ia mengatakan, anggota DPRD telah berangkat sejak Minggu sore. Sementara surat pemberitahuan aksi dari pihak mahasiswa disebut baru diterima sekretariat DPRD pada Minggu malam.

“Surat pemberitahuan baru masuk tadi malam, sedangkan anggota dewan sudah berangkat sejak sore karena agenda itu sudah terjadwal,” katanya.

Situasi tersebut membuat massa tidak dapat menyampaikan tuntutan secara langsung kepada anggota legislatif.

Kekecewaan massa kemudian dituangkan melalui pemasangan spanduk dan tali rafia di area depan ruang rapat paripurna DPRD Tanah Laut. Salah satu spanduk bertuliskan “Kantor Ini Disegel Rakyat, Kantor Kosong”.

Di tengah aksi, perwakilan mahasiswa juga sempat melakukan komunikasi melalui sambungan telepon dengan Ketua DPRD Tanah Laut, H Khairil Anwar. Dalam pembicaraan itu, pihak DPRD menawarkan pelaksanaan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) yang digelar hari ini. (MP)