Panen Serentak di 11 Kecamatan, Tanah Laut Targetkan Produksi Padi 200 Ribu Ton

TANAH LAUT8 Dilihat
banner 468x60

PELAIHARI — Pemerintah Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, terus mendorong peningkatan produksi padi melalui Panen Raya Padi Serentak yang dilaksanakan di 11 kecamatan.

Kegiatan yang dipimpin langsung Bupati Tanah Laut H. Rahmat Trianto berlangsung di Desa Maluka Baulin, Kecamatan Kurau, Senin (13/7/2026). Panen tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam memperkuat produktivitas pertanian sekaligus menjaga ketahanan pangan.

banner 336x280

Panen di Desa Maluka Baulin merupakan hasil musim tanam kedua atau Indeks Pertanaman (IP) 200. Setelah panen, petani didorong segera melanjutkan penanaman ke musim ketiga atau IP 300 agar luas tanam dan produksi padi dapat terus meningkat.

“Hari ini kita baru saja melaksanakan panen raya di seluruh Kabupaten Tanah Laut di 11 kecamatan. Di Desa Maluka Baulin Kecamatan Kurau, kita melaksanakan panen IP 200 di tanam kedua. Harapannya setelah ini petani dapat segera melanjutkan ke tanam ketiga sehingga produksi pertanian padi di Tala terus meningkat dan mampu melampaui tahun sebelumnya,” ujar Rahmat.

Luas Tanam Terus Bertambah

Rahmat mengatakan peningkatan produksi padi di Tanah Laut didukung sejumlah program strategis, mulai dari Optimalisasi Lahan (Oplah), cetak sawah rakyat hingga bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan).

Dukungan pemerintah pusat dan sinergi berbagai pihak juga turut mendorong peningkatan luas tanam padi di daerah tersebut.

Luas tanam padi Tanah Laut tercatat meningkat dari sekitar 45 ribu hektare pada 2024 menjadi lebih dari 50 ribu hektare pada 2025.

“Potensi pertanian Tanah Laut sangat besar. Dengan dukungan program Optimalisasi Lahan, cetak sawah rakyat, bantuan alsintan, serta kolaborasi semua pihak, kami optimistis produksi padi akan terus meningkat hingga mampu menembus target 200 ribu ton, bahkan lebih,” tegasnya.

Antisipasi Kekeringan dan Karhutla

Memasuki musim kemarau, pemerintah daerah juga mengingatkan petani untuk memperhatikan ketersediaan air serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan.

Pemkab Tanah Laut telah berkoordinasi dengan PT Air Minum Berkah Banua (AMBB) untuk menyiapkan pasokan air di sejumlah wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan.

Langkah tersebut dilakukan agar aktivitas pertanian tetap dapat berjalan sekaligus mengantisipasi dampak musim kemarau terhadap lahan pertanian.

Kolaborasi Jadi Kunci Ketahanan Pangan

Bupati Tanah Laut mengapresiasi kontribusi para penyuluh pertanian, kelompok tani, Brigade Pangan, TNI, Polri serta seluruh pemangku kepentingan yang selama ini mendukung pengembangan sektor pertanian.

Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga produktivitas pertanian dan ketersediaan pangan daerah.

“Keberhasilan panen raya ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara petani, pemerintah, dan seluruh pemangku kepentingan mampu memperkuat ketahanan pangan daerah. Dengan semangat gotong royong dan inovasi yang terus dikembangkan, saya yakin Tanah Laut akan semakin kokoh sebagai salah satu lumbung pangan di Kalimantan Selatan,” pungkasnya.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *