PENDIDIKAN

Laporan Khusus HUT Ke 15 Kabupaten Tanah Bumbu
By: On:

Laporan Khusus HUT Ke 15 Kabupaten Tanah Bumbu

 Prioritas Pendidikan

2 Tahun Bupati Mardani H Maming Wakil Bupati  Sudian Noor

Berhasil Torehkan Prestasi

 

Sejak dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati Tanah Bumbu periode 2016-2021 oleh Gubernur Kalimantan Selatan H Sahbirin Noor 17 Februari 2016 yang lalu, Mardani H Maming bersama  Sudian Noor bergerak cepat merealisasikan program pembangunan sebagaimana yang menjadi Visi dan Misi Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu yaitu “Terwujudnya Kabupaten Tanah Bumbu Sebagai Poros Maritim Utama serta Pusat Perdagangan, Industri, dan Pariwisata Kalimantan Berbasis pada Keunggulan Lokal dan Potensi Strategis Daerah Menuju Tanah Bumbu yang Maju, Sejahtera, dan Berintelektual Tinggi”.

Dua  tahun  kepemimpinan Bupati Mardani H Maming dan  Sudian Noor memberikan banyak perubahan bagi peningkatan pembangunan daerah, terkhusus pada pembangunan infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan. Ketiga sektor unggulan tersebut  mampu memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat Bumi  Bersujud. Langkah nyata Mardani H Maming dengan terobosan program-program pembangunan yang dijalankan mampu menumbuhkan sektor perekonomian didaerah tersebut.

Program unggulan tersebut adalah Program Satu Milyar Satu Desa dimana semua desa se-Tanah Bumbu menerima dana sebesar Rp 1 Milyar yang alokasinya dari APBD Tanah Bumbu.  Program Satu Milyar Satu Desa ini di proyeksikan untuk mendorong dan meningkatkan pembangunan daerah khususnya yang ada di perdesaan.

Selanjutnya, Program KASPIN (Kartu Sehat dan Pintar). Melalui program KASPIN masyarakat Tanah Bumbu menerima pelayanan Pendidikan dan Kesehatan Gratis.  Pada Program Kesehatan Gratis, pemerintah daerah membebaskan biaya Operasi Cesar bagi keluarga kurang mampu, gratis biaya rawat inap kelas III di RSUD dr H Andi Abdurrahman Noor dan Puskesmas, serta gratis biaya rawat jalan bagi masyarakat Bumi Bersujud yang memiliki E-KTP dan Kartu Keluarga Tanah Bumbu.

Program unggulan lainnya yaitu Program 1000 Guru Berprestasi. Program ini mulai dirancang sejak tahun pertama (2016) pada periode ke 2 kepemimpinan Bupati Mardani H Maming dan mulai direalisasikan ditahun 2017,  hingga berlanjut ditahun 2018. Program 1000 Guru Berprestasi merupakan upaya Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia tenaga pendidik.

Mengenai Program 1000 Guru Berprestasi, Mardani H Maming, mengatakan program ini dilaksanakan selama lima tahun kedepan dengan target setiap tahunnya memberangkatkan sebanyak 200 guru berprestasi mengikuti pendidikan dan pelatihan (Diklat) selama 4 minggu di Surya Institute Tangerang. Melalui Program ini, Bupati  berharap dapat menciptakan lebih banyak siswa ataupun siswi  yang berprestasi khususnya pada Olimpiade Sains (OSn).

Realisasi program 1000 Guru Berprestasi, pada tahap pertama, pemerintah daerah memberangkatkan sebanyak 60 guru berprestasi jenjang SD dan SMP yang berangkat dibulan April 2017.

Tahap ke 2 diberangkatkan sebanyak 50 guru SMA dibulan Agustus 2017. Kemudian di tahun 2018,  pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kembali memberangkatkan sebanyak 50  guru SMP mengikuti Diklat selama satu bulan dari tanggal 7 Januari sampai 6 Februari 2018, serta memberangkatkan sebanyak 20 pelajar SMP  mengikuti Diklat Osn Matematika dan IPA.

Kemudian di bulan Juli dan Agustus 2018,  rencananya ada sebanyak 60 guru berprestasi  lagi yang diberangkatkan mengikuti Diklat di Surya Institute Tangerang.

“Tujuan utama dari program ini adalah agar anak-anak Tanah Bumbu bisa masuk perguruan tinggi favorite di seluruh Indonesia tanpa tes,” kata Mardani, seraya menambahkan, pemerintah daerah akan terus mengupayakan sebanyak mungkin pelajar lulusan SMA dan sederajat bisa masuk perguruan tinggi tanpa jalur tes, yakni melalui prestasi OSn.

Hampir dua tahun berjalan, Program 1000 Guru Berprestasi telah menunjukan keberhasilnya. Hal itu dibuktikan dalam beberapa tahun terakhir jumlah pelajar SMA dan sederajat di Tanah Bumbu yang masuk perguruan tinggi mengalami peningkatan, baik melalui jalur tes maupun tanpa tes.

Setiap tahunnya ada sekitar 150 pelajar yang diterima tanpa tes dan memang rata-rata adalah pelajar berprestasi. Ratusan pelajar tersebut ada yang masuk Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin, Universitas Mulawarman (UNMUL) Samrinda, Universitas Negeri Makassar (UNM), dan bahkan pada tahun 2017 lalu sudah ada yang sampai masuk ke Institute Pertanian Bogor (IPB) tanpa tes. Sedangkan yang melalui tes sudah sampai di Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Brawijaya. Kedepannya, pemerintah daerah berharap ada pelajar  Tanah Bumbu yang diterima di Institute Teknik Bandung (ITB).

Pada pembangunan bidang pendidikan ini, Bupati Mardani H Maming bersama Wakil Bupati  Sudian Noor menempatkan pendidikan sebagai program prioritas utama dimana pemerintah daerah telah mengalokasikan dana yang besar untuk pembangunan bidang pendidikan.

Pada tahun 2017 yang lalu, Alokasi Anggaran APBD Tanah Bumbu untuk pendidikan sebesar Rp 359.553.792.029,- yang digunakan untuk menjalankan program peningkatan sarana pendidikan dasar dan PAUD, serta untuk mendorong peningkatan mutu pendidikan pembina Guru OSn. Di tahun 2018, kembali pemerintah daerah mengalokasikan dana sebesar Rp. 376.018.064.771 untuk membiayai program lanjutan peningkatan sarana pendidikan dasar, PAUD, dan peningkatan mutu pendidikan guru OSn.

“Saya berharap alokasi anggaran yang besar untuk  1000 Berprestasi dan program peningkatan sarana pendidikan dasar dan PAUD, serta pendidikan lainnya  dapat mempermudah masyarakat  mendapatkan layanan pendidikan , menekan angka anak putus sekolah, dan memberikan progress nyata bagi upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia masyarakat Tanah Bumbu,” ucap Mardani.

Tidak hanya itu, sebagai upaya menyiapkan SDM yang handal dan berdaya saing, Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu juga terus mendorong berdirinya Politeknik Industri di Tanah Bumbu seiring dengan Proyek Strategis Nasional  di Provinsi Kalimantan Selatan yang mana salah satu proyek strategis yang dikembangkan adalah Kawasan Industri Batulicin (KIB).

Sejauh ini, perkembangan Pembangunan Politeknik Industri terus didorong pembangunanya. Februari 2018 yang lalu, Gubernur Kalimantan Selatan,  Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Bupati Tanah Bumbu, Direktur Poli Teknik Batulicin bersama Institusi terkait melakukan kunjungan kerja ke Kementerian Perindustrian RI  mengemukakan progress perkembangan KIB dan Poli Teknik Industri.

 

Tema HUT Ke 15 “Penguatan Daya Saing Daerah Melalui Peningkatan Inovasi Tata Pemerintah Berkelanjutan Menuju Tanah Bumbu Hebat

 

 

 

 

PRESTASI

Capaian keberhasilan pembangunan daerah yang diraih sepanjang tahun 2017 meruapakan Prestasi  Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu meraih sebanyak 24 penghargaan baik itu dari instansi pemerintah maupun lembaga lainnya.  beberapa penghargaan yang diterima Bupati Tanah Bumbu Mardani H Maming dan Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu diantaranya Penghargaan ICSB Indonesia Presedential Award 2017,

Penghargaan Manggala Karya Kencana 2017, Penghargaan dari Kementerian Keuangan RI Tahun 2017, Penghargaan Peningkatan Peran Wanita menuju Keluarga Sehat Sejahtera (P2WKSS) Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2017, Penghargaan Kecamatan Sayang Ibu (KSI), Kategori Pratama Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2017, Penghargaan Dwija Praja Nugraha Tahun 2017 dari Pengurus Besar-Persatuan Guru Republik Indonesia (PB-PGRI)

Penghargaan Leadership Award tahun 2017 , terbaik  dalam pelayanan PDAM dengan penduduk dibawah 200.000 jiwa, 2017 , Penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri karena kepemimpinan Mardani H Maming dinilai telah berhasil memajukan daerahnya, Penghargaan Kementerian Lingkungan Smart City Nusantara,  Penghargaan Adiwiyata Nasional tahun 2017 , Penghargaan Capaian Target Kepemilikan Akta Kelahiran Anak dan E-KP dari Gubernur Kalimantan Selatan,

Penghargaan Kabupaten Peduli HAM dari Kementerian Hukum dan HAM RI Tahun 2017, Penghargaan Pasar Tertib Ukur (PTU) Tahun 2017 dari Kementerian Perdagangan Republik Indonesia,  Penghargaan Tenaga Kesehatan Teladan di Puskesmas Tingkat Nasional tahun 2017,

Penghargaan Inspirator Pembangunan Daerah Tahun 2017 dari Pusat Kajian Negara, Penghargaan Partikarada dari Polres Tanah Bumbu, Penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri Desa Sumberbaru Kecamatan Angsana Juara 2 Regional 3 Lomba Desa Tingkat Nasional tahun 2017, Penghargaan Juara 1 Kelompok UPPKS MAHAR Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2017, Tanah Bumbu meraih Penghargaan Juara 1 Duta Genre Tingkat Kalimantan Selatan Jalur Masyarakat Tahun 2017,

Juara 2 Senam Kreasi Three Ends Jambore FAD Tingkat Kalsel, Juara 2 BKL Tingkat Kalsel, Juara 2 KB Pria Tingkat Kalsel, Juara 3 BKB Tingkat Kalsel, Pengelola Terbaik Pratama Kecamatan Sayang Ibu Tingkat Kalsel, Juara 3 Perlombaan Teknologi Tepat Guna (TTG) Tingkat Kalsel,   Penghargaan dari Kementerian Sosial RI Tahun 2018 sebagai Kabupaten paling aktif dalam pemutakhiran data KSS menggunakan aplikasi ASIKS-NG, dan Penghargaan Obsession Award 2018 kategori Best Achiever in Regional Leaders. (Rel/Diskominfo)

Jadikan Kalsel sebagai kota riset  dan ekowisata  bekantan di internasional
By: On:

Jadikan Kalsel sebagai kota riset dan ekowisata bekantan di internasional

Banjarmasin, Media Publik

Peringatan hari bekantan yang ke-4 Selasa (3/4) di Aula Rektorat ULM Banjarmasin menjadi istimewa dengan hadirnya Gubernur Kalsel, Rektor ULM sejumlah pejabat dan Nara Sumber Talk Show dari UGM bersama Peneliti Hewan dari Inggeris serta Kepala BKSDA Kalsel, Ketua SBI.

Sejarah hari bekantan berdasarkan penetapan Bekantan sebagai maskot Provinsi Kalsel nomor 29 tahun 1990 tanggal 28 Maret 1990  maka kami dari sahabat bekantan indonesia foundation menjadikan tanggal tersebut sebagai momentum untuk menumbuhkan kepedulian dan semangat yang besar untuk melawan perjuangan bekantan, ujar Amalia  Ketua Sahabat Bekantan Indonesia (SBI) Kalimantann Selatan (Kalsel).

Peringatan hari bekantan dimulai dari penanaman pohon rambai disetiap alur sungai barito untuk mendukung program revolusi hijau yang dicanangkan oleh  Gubernur Kalsel.

Hari ini juga SBI dengan Fakultas MIPA ULM , Fakultas Kedokteran Hewan dari  UGM BKSDA Kalsel melakukan  penandatangan kerjasama kegiatan untuk menjadikan  Provinsi Kalsel sebagai kota riset bekantan dan ekowisata bekantan baik nasional maupun internasional.

Gubernur Kalsel H. Sahbirin Noor disela acara tersebut sempat terkejut mendapatkan penghargaan Atas Kepedulian terhadap Kelestarian Bekantan dari SBI Kalsel. menurutnya penghargaan ini merupakan kebanggan tersendiri bagi saya.

Jika penghargaan ini dinilai dari uang maka  penghargaan ini tidak ada nilainya bagi sejarah saya secara pribadi, karena dengan  bekantan yang ada di Kalsel adalah fauna yang  bisa memberikan semangat buat kita yang ada di kalimantan selatan.

Kita hanya bisa membandingkan bahwa china itu terkenal dengan panda nya maka  bekantan pun demikian satwa langka ini  adalah punya kalsel. Mari kita ciptakan Bekantan agar menjadi  binantang yang cintai oleh masyarakat dunia.

Bagaimana kita bisa ciptakannya kita semua harus berperan bergerak melakukannya berperan mengenalkannya kepada  dunia luar. Paling tidak bekantan ini sekelas lah dengan panda di china.

Untuk pelestarian Bekantan di Kalsel, Sahbirin menekankan  setiap kawan-kawan yang datang untuk menjaga habitat tersebut hendaknya dalam rangka pemeliharaan atau menjaga kelestariaan habitatnya dapat melakukan penanaman pohon rambai maupun pohon. Lainnya , sementara Anggaran untuk membantu pelestarian Bekantan dirtencanakan untuk diberikan untuk diajukan ke DPRD.

Zulfa anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan mengatakan  atas kegiatan kepedulian terhadap Bekantan ini, kita berikan apresiasi tinggi kepada SBI Kalsel atas terselanggaranya kegiatan hari bekantan 2018.

Hal ini patut kita syukuri ,  karena kegaiatan ini sangat luar biasa hingga Bekantan tersebut jadi Maskot kalsel yang selama ini kurang diperhatikan oleh pihak terkait. Apalagi dengan adanya komunitas sahabat bekantan ini sangat peduli terhadap  bekantan yang ada di Kalsel , i ni hal luar biasa tukas Zulfa.

Mudah-mudahan dukungan semua pihak yakni  SBI,  Pemprov, Pemda, Masyarakat, Swasta, Legislatifnya terhadap keberadaan Bekantan ini semua ikut bekerja sama dan mendukung melestarikan bekantan dikalsel.

Kami DPRD Kalsel sangat mendukung anggaran pelestarian bekantan dan juga endemik asli kalsel ini dianggrakan untuk pelestariannya konservasinya dengan dinas-dinas terkait.

 

Ini adalah suatu hal luas biasa sebagai bentuk komitmen pemprov terhadap pelestarian konservasi hewan langka di kalsel khususnya bekantan  dan juga konservasi anekaragaman hayati di kalsel.

Setelah kegiatan ini kami berharap bahwa tindak lanjut kegiatan ini adalah bahwa adanya bentuk-bentuk atau program-program yang konkret dan hal ini bentuk-bentuk kegiatan-kegiatan seperti pengelolaan koinservasi kawasan konservasi bekantan akreditas bekantan sosialisasi ke masyarakat kesekolah-sekolah tentang kepedulian terhadap kelestarian bekantan dan juga digalakannya penanaman pohon rambai karena kita sudah ketahui banyak pusat bekantan hampir alih fungsi lahannya cukup berkurang,

Tanah laut adalah salah satu kawasan berkembang biaknya Bekantan Kami  berharap kepada pemerintah tala dan juga swasta dan masyarakat untuk bersama-sama berkomitmen untuk melestarikan hewan bekantan. Contohnya membuat kawasan konservasi bekantan didaerah tersebut.

Ketua Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalsel, Mahrus  mengatakan hewan Bekanatan untuk kemanfaatannya maka diperlukan  penangkaran buat lingkungan atau ekowido  wisata.

Berkaitan hari bekantan ini BKSDA berkepentingan untuk terlibat  melingungi bekantan dengan  kita merawat merehabilitasi antara lain adalah mempersiapkan taman wisata alam pulau bakut sebagai satwa bekantan.

Dipulau ini ada perawatan dengan  mengecek kesehatan kemudian juga untuk ekowisata sehingga kepentingan alam itu sebagai edukasi pendidikan akan dimanfaatkan oleh sekolah sekolah untuk melihat bekantan hidup secara alami.

Kawasan lain yang dipersiapkan adalah

sebuah pulau di daerah kabupaten tanah bumbu yaitu pulau suwangi sebagai margasatwa buat bekantan karena disana kita akan menajdikan konservasi untuk bekantan dan juga mancanegara juga akan datang disana nanti karena dia daerah laut dalam sehingga nanti akan memudahkan ke lokasi dan melihat satwa bekantan secara alami di alam nya itu

25  jenis primata  salah satunya bekantan lalu dikalsel sendiri ada sepuluh sebenarnya jenis primata dari 200 ratus primata yang didunia kita ada 10 di kalsel salah satunya bekantan.

Bekantan populasinya untuk seluruh Kalsel tercatat  sekitar 2424 ekor tetapi untuk dikawasan konservasi diperkirakan  878 ekor. Adapun tahapan penyebarannya ada di seluruh dikalsel. Tapi yang terbesar di kabupaten kotabaru kemudian kabupaten barito kuala, kabupaten Tanah Bumbu dan Kabupaten Tanah Laut itu populasi terbesar untuk bekantan pada tahun 2017, jelas orang Banua ini.

Rektor ULM Prof. Sutarto Hadi menyambut gembira dengan diadakannya TalkShow dengan thema Bekantan Dari Banua Untuk Dunia.

Pertama senang dengan anak-anak muda artinya kiprah mereka selama ini dilokal  mencoba merambah ke internasional. Hal ini dimulai  dari berbagai bakat asal Perguruan Tinggi, ULM, UGM UI bersama kita bisa sekarang  mengangkat bekantan sini sebagai maskot kalsel ke level yang lebih tinggi bahkan  ke dunia.

Mudah-mudahan ujar Sutarto upaya anak muda ini dapat dukungan dari Pemda Akademisi sehingga akan selalu  di ingat oleh masyarakat dunia. Terpenting  nama Kalsel akan terangkat mulai dari pelestarian bekantan hingga menjadi industri pariwisata dunia.

Ketua Gerakan Hijau Peduli Bekantan Tanah Laut Amrulah didampingi Pembina Firdaus dan Sekretaris Kumaini  menyatakan kegembiraannya bisa mengikuti acara Talk Show Bekantan ini. Karean dengan cara seperti inilah Kami bisa mengenalkan Kepada masyarakat luas Tanah Laut keberadaan Bekantan cukup banyak yang tersebar pada kawasan di Kecamatan Pelaihari desa Panjaratan, Tabanio, Kecamatan Kintap, Jorong.

Kepada semua steakholder Komunitas pencinta Bekantan GAHIPBTA berharap memohon bimbibingan petunjuk agar keberadaan Bekantan di Tanah laut Kalsel agar tetap terjaga terpelihara dengan baik untuk melindungi satwa langka ini dari kepunahan akibat kehancuran dari habitatnya yang tergusur oleh kemajuan jaman, jelas Amrulah. (MP)

 

KHALIFAH AWAB SEBUT ADANYA MENU SPESIAL FDK 2017
By: On:

KHALIFAH AWAB SEBUT ADANYA MENU SPESIAL FDK 2017

 

Banjarmasin-MediaPublik

Pelantikan pengurus Senat Mahasiswa, Dewan Mahasiswa dan Himpunan Mahasiswa Jurusan di Fakultas Dakwah dan Kominikasi (Singkat FDK) berlangsung khitmat. Pada sambutannya, Dekan FDK, Ahmad Sagir, S.Ag, M.Ag mengatakan bahwa semua pengurus Dewan Mahasiswa harus saling menguatkan.

“Kuat itu adalah bagus, tetapi pebih baik kita saling menguatkan. Seban tantangan kita kedepan sangat besar” Jelasnya.

Sementara itu Armiah, S. IP,M.Si Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama menambahkan bahwa demi terjalin silaturahmi yang apik dalam kepengurusan tahun ini, ia sudah membuat formula khusus untuk satu tahun mendatang. “Kita sudah punya Aswadie Aword, Festival Film dan banyak lagi” ungkapnya.

“Kalau Bu Armiah punya formula khusus, kami punya racikan menu spesial untuk menjalin kekeluargaan yang nikmat di FDK. Yakni, Malam Kopi, Pantai (papandiran santai) dan Ceramah (cemilan gratis mahasiswa dakwah) Part 2”. Balas Ketua Dema terpilih M. Awab pada Media Publik, Selasa (28/2).

Bersama 25 anggotanya, Awab menyampaikan bahwa akan berusaha yang terbaik untuk Fakultasnya. “Pertama kekuatan dari dalam, kemudian kita akan giring adanya S2 ilmu Komunikasi untuk upaya peningkatan SDM lulusan Fakultas Dakwah dan Komunikasi”. tutupnya.

Adapun pada pelantikan yang di laksanakan di Gedung Fakultas Dakwah lantai 3 tersebut, sebanyak 108 mahasiswa yang terdiri atas 25 orang anggota Dewan Mahasiswa, 7 orang anggota Senat Mahasiswa, 35 Anggota HMJ Manajemen Dakwah (MD), 19 Anggota HMJ Bimbingan dan Penyuluhan Islam (BPI), dan 19 Anggota HMJ Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI).

Turut berhadir dalam kegiatan tersebut Surya Eka Priyatna, M.Cs Sekertaris Jurusan KPI, Anita Ariani, S.Ag, M.Ag. Ketua Jurusan BPI, dan Ketua Jurusan MD Nur Falikhah, S. Ant. M. Sc. (RN/MP)

SEKOLAH SEHAT
By: On:

SEKOLAH SEHAT

Ditulis oleh Penulis : ROSIDAH, S.Pd

Guru SMPN 2 Tambang Ulang

Menurut Mendiknas (pada pembukaan Rakernas UKS ke IX, 2008, Bali) sekolah sebagai tempat belajar, tidak saja perlu memiliki lingkungan bersih dan sehat, yang mendukung berlangsungnya proses belajar dan mengajar yang baik. Namun, juga diharapkan mampu membentuk siswa yang memiliki derajat kesehatan yang lebih baik.”Lingkungan sekolah sehat, tentu akan sangat mendukung pencapaian tujuan pendidikan”, katanya. Sekolah sehat adalah sekolah yang memiliki lingkungan yang mendukung segala aktifitas belajar mengajar warga sekolah dengan suasana yang nyaman, aman dan lestari. Setidaknya ada 10 indikator sekolah sehat yaitu :

Pertama, kepadatan ruang kelas minimal 1,75 m2/anak, selain untuk kenyamanan dan memberi ruang gerak yang cukup bagi anak, kondisi kelas yang tidak padat juga memudahkan prosedur evakuasi saat  keadaan darurat. Ruang kelas yang lempang memberikan suasana yang lebih fresh, tidak gerah bagi siswa.

Kedua, tingkat kebisingan di lingkungan sekolah maksimal 45 desibel (setara dengan suara orang mengobrol dengan suara normal) karena kebisingan di atas 45 desibel akan mengganggu konsentrasi belajar. Seyogyanya sekolah terletak jauh dari pusat keramaian/kebisingan seperti pasar, terminal, airport dan bandara. Akan tetapi letak sekolah tetap mudah dijangkau oleh publik.

Ketiga, memiliki lapangan atau aula untuk olahraga. Hal ini dimaksudkan agar aktifitas siswa selama kegiatan istirahat dan olah raga dapat dilakukan dengan nyaman.

Keempat, memiliki lingkungan sekolah yang bersih, rindang dan nyaman agar pasokan oksigen dan udara segar selalu tersedia di lingkungan sekolah.

Kelima, memiliki sumber air bersih yang memadai dan septic tank dengan jarak minimal 10 meter dari sumber air bersih.

Keenam, sirkulasi udara segar di ruangan terjadi dengan baik, ventilasi kelas leluasa untuk udara keluar dan masuk.

Ketujuh, pencahayaan kelas yang memadai baik dari sinar matahari langsung atau pun dari energy listrik.

Kedelapan, memiliki kantin sekolah yang memenuhi syarat kesehatan. Kantin yang sehat dari segi standar bangunan, dan bahan makanan yang dijual.

Kesembilan, memiliki toilet dan kamar mandi bersih dengan rasio 1:40 untuk siswa laki-laki dan 1:25 untuk siswa perempuan.

Kesepuluh, menerapkan kawasan tanpa rokok di lingkungan sekolah. Aturan tidak merokok juga berlaku bagi guru dan tenaga kependidikan lainya.

Kesepuluh indikator itu masih harus dilengkapi dengan adanya ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS) dan program UKS yang melaksanakan Trias UKS, yaitu pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan, dan pembinaan lingkungan sehat.

Sekolah yang sehat mendorong warga sekolah betah berada di lingkungan sekolah yang pada akhirnya memberikan kenyamanan warga sekolah untuk belajar dan mengajar.

 

 

ETIKA BERGAUL GURU DAN MURID DI SEKOLAH

 

 

Akhir-akhir ini sering kita baca guru yang dipidanakan orang tua siswa karena mendidik siswa “bandel” dengan pendekatan yang lebih keras. Sebagian orang tua tidak terima dan menuntut guru namun banyak pula yang pro kepada guru bahwa selama pendekatan “keras” itu dalam kewajaran dan alasan yang dapat dipertanggungjawabkan maka tindakan tersebut masih dapat diterima. Bagaimanakah Islam mengatur etika adab guru dan murid? Dalam interaksi antara guru dan murid hendaklah murid menghormati guru, memuliakan serta mengagungkannya karena Allah, dan berdaya upaya pula menyenangkan hati guru dengan cara yang baik. Bersikap sopan di hadapan guru, serta mencintai guru karena allah.  Selektif dalam bertanya dan tidak berbicara kecuali mendapat izin dari guru. Mengikuti anjuran dan nasehat guru. Bila berbeda pendapat dengan guru, berdiskusi atau berdebat lakukanlah    dengan cara yang baik, pun ketika berbeda pendapat jika melakukan kesalahan  segera mengakuinya dan meminta maaf kepada guru. Demikian pula guru, mesti sebagai hendaklah ia memang layak ditiru dan digugu sebagaimana hadist Rasulullah SAW ”Tidak boleh menuntut ilmu kecuali dari guru yang amin dan tsiqah (mempunyai kecerdasan kalbu dan akal) karena kuatnya agama adalah dengan ilmu”.

Adab seorang murid terhadap gurunya yaitu :

  1. Berpakaian rapi dan sopan lagi bersih.
  2. Bersikap sopan santun dan hormat terhadap guru seperti menundukkan badan berjalan di depan guru, mengucap salam, permisi dan terima kasih, mencium tangan dan memepersilakan guru terlebih dahulu.
  3. Apabila bertanya hendaklah setelah mendapat izin dari guru dan menanyakan hal yang memang tidak dipahaminya bukan bermaksud merendahkan gurunya.
  4. Hendaknya seorang murid menjaga diri dari berselisih dengan gurunya, dan mencari kesamaan di antara mereka. Mempersempit bahkan meniadakan perbedaan dan mencari persamaan.
  5. Hendaknya murid menekuni pelajaran yang sedang dipelajari di kelas dan tidak mengerjakan tugas pelajaran lain di waktu yang bersamaan.
  6. Hendaklah murid berkata-kata tidak lebih keras dari suara gurunya
  7. Hendaklah murid tidak menjaga jarak pergaulan terhadap gurunya. Tidak boleh murid dan guru bergaul seperti bergaulnya murid dengan teman sebayanya dimana terkadang tidak ada batas kesopanan dan adab. Juga tidak boleh guru menjadi “ekslusif” terhadap muridnya.

 

Dan juga perlu disadari, bahwa hormat dan patuh kepada gurunya bukanlah manifestasi penyerahan total kepada guru yang dianggap memiliki otoritas, melainkan karena keyakinan murid bahwa guru adalah sosok yang memang patut untuk dijadikan panutan. Di mata murid, guru bukanlah pigur yang tak tersentuh dan harus ditakuti akan tetapi bukan pula sosok yang boleh dilecehkan dan dibully.

Beberapa peristiwa dimana guru dianggap remeh oleh muridnya tak terlepas dari pengaruh media televisi yang sering menampilkan tokoh guru sebagai sosok yang tolol, idiot, kuno, tua dan mudah dikibuli murid-muridnya. Pun, karena banyak guru yang dipidanakan lantaran mendidik murid “bandel” dengan pendekatan lebih keras, sebagian guru memilih posisi “secure” dengan membiarkan kelakuan beberapa murid yang berbuat onar dan memberontak di kelas. Guru seperti ini beranggapan mereka tidak dibayar untuk mendidik murid tetapi dibayar untuk mengajar dalam pengertian transper ilmu pengetahuan. Mereka masuk kelas, mengajar sesuai materi dan berakhir sesuai jam mengajar tanpa mempedulikan muridnya sebagaimana murid-muridnya tidak mempedulikannya.

Sebagai orang tua dan wali murid, kita pun harus mahfum, jangan lebay dan alay. Tidak semua pengaduan anak kita tanggapi dengan emosi, lakukan crossceck. Seandainya orang tua dan murid faham adab murid terhadap guru niscaya guru tidak perlu bertindak “keras” kepada murid. Dan guru pun memperlakukan murid dengan terhormat sebagaimana murid menghormati gurunya.

Setiap Anak Lahir Adalah  Pembelajar‬
By: On:

Setiap Anak Lahir Adalah Pembelajar‬

‪BATULICIN-
Setiap anak lahir adalah sebagai sebagai pembelajar. “Kita semua menyaksikan sendiri betapa anak anak terlahir dengan rasa ingin tahu yang besar dan keberanian untuk mencoba,”kata Wakil Bupati Tanah Bumbu H. Sudian Noor saat membacakan sambutan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan RI Anies Baswedan dalam peringatan Hardiknas di halaman Kantor Bupati Senin (2/5) kemarin.‬

‪Terkait keinginan rasa tahu yang dimiliki anak itu didapatkan melalui permainan dan petualangan”lalu saat ia mulai melangkah masuk ke sekolah, ia mulai berhadapan dengan struktur dan berbagai peraturan sebagai bagian dari sebuah model masyarakat mini,”jelas Wabup.‬

‪Dikatakannya, Struktur dan berbagai peraturan yang ia hadapi terus menjadi pembelajar, atau justru sebaliknya, meredup hasrat belajarnya.‬

‪”Adalah tugas kita semua untuk memberikan ruang bagi anak anak indonesia untuk berkontribusi, memajukan dirinya, memajukan masyarakatnya, memajukan kebudayaan bangsanya,”terangnya.‬

‪Sementara itu, peringatan Hari Pendidikan Nasional kali ini mengusung tema “Nyalakan Pelita, Terangkan Cita cita.”Kita ingin pendidikan benar-benar berperan sebagai pelita bagi setiap anak indonesia yang akan membuatnya bisa melihat peluang, mendorong kemajuan, menumbuhkan karakter, dan memberikan kejernihan dalam menata dan menyiapkan masa depannya,”pungkas Wabup saat menutup sambutan Mendikbud RI. (Rdn/hum)

Tingkatkan Kualitas Pendidikan dan Daya saing Untuk Menghadapai MEA
By: On:

Tingkatkan Kualitas Pendidikan dan Daya saing Untuk Menghadapai MEA

Tingkatkan Kualitas Pendidikan dan Daya saing Untuk Menghadapai MEA Dalam upaya meningkatkan kualitas SDM masyarakat, pemerintah Tanbu juga lebih mengedepankan proses pengembangan mutu pendidikan. Melalui sektor pendidikan ini, kualitas SDM dibangun dengan cara meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan bagi generasi muda yang akan menjadi penerus estafet kehidupan bangsa dimasa datang.

Implementasi peningkatan kesadaran itu diwujudkan melalui program pendidikan gratis mulai tingkat SD hingga SMA dan sededarat. Dengan program pendidikan gratis diharapan tak ada lagi anak yang putus sekolah atau tidak mampu sekolah akibat tidak adanya biaya.

Peningjkatan kualitas SDM, juga dikembangkan melalui pemberian bimbingan keterampilan kepada masyarakat atau para lulusan sekolah yang akan terjun ke dunia kerja.Bimbingan keterampilan yang dikembangkan antara lain bimbingan keterampilan menjahit, pemasangan instalasi listrik rumah tangga, otomotif, manajemen usaha produktif, dan sejumlah keterampilan lain yang notabenya banyak dibutuhkan oleh penyedia lapangan kerja .

Ketersediaan masyarakat terampil yang siap terjun ke dunia kerja, turut menjadi pendorong tercitanya jumlah peluang kerja baru bagi masyarakat. Kemampuan keterampilan ini, sekaligus menjadi modal dasar bagi pemerintah daerah untuk lebih meningkatkan daya saing masyarakat guna menghadapi pasar bebas Asean atau Masyarakat Economi Asean (MEA) yang berlangsung sejak awal 2016.

Meningkatnya daya saing telah terbukti dengan banyak lulusan siswa sekolah yang siap terjun ke dunia kerja maupun yang ingin berwira usaha sendiri dengan bekal ketrampilan dari hasil pembinaan atau bimbingan pemerintah daerah. Kondisi ini juga didukung dengan komitmen pemerintah daerah terus melakukan inovasi kemudahan proses pembuatan ijin usaha bagi masyarakat.

Sejak 2015 setidaknya sudah tercatat ada sekitar 1.137 Ijin Usa Mikro Kecil (IUMK) yang tersebar di wilayah Kabupaten Tanbu. Ditambah lagi sekitar 337 badan usaha koperasi yang semuanya diarahkan sebagai pendorong peningkatan daya saing dan kesejahteraan masyarakat di daerah. / TB team

 

Indonesia Tidak Setegas Tiongkok Untuk Hukum Para Koruptor
By: On:

Indonesia Tidak Setegas Tiongkok Untuk Hukum Para Koruptor

indexKBRN, Banjarmasin : Banyaknya korupsi di Indonesia merupakan tantangan tersendiri bagi aparat penegak hukum untuk melakukan pengungkapan dan pembuktian di hadapan pengadilan, namun bukanlah hal yang mudah untuk mengungkap, membuktikan dan menuntaskan masalah korupsi tersebut biasanya dilakukan berjaringan dengan banyak pihak.

Bahkan yang sangat menjengkelkan terkadang para koruptor bisa lepas dari jerat hukum  karena berbagai sebab seperti sakit ataupun melarikan diri keluar negeri,  padahal akibat tindakan korupsi mereka negara dirugikan miliaran bahkan trilyunan rupiah. Melihat kondisi tersebut berbagai elemen masyarakat mewacanakan sanksi hukuman mati bagi para koruptor.

Menanggapi hal tersebut akademisi Fisip Unlam Budi Suryadi mengatakan Pemerintah Indonesia memang tidak setegas Pemerintah Tiongkok yang berani menetapkan hukuman mati bagi para koruptor dan mengeksekusinya, namun pemerintah nampaknya lebih mengedepankan pola pemiskinan bagi para koruptor sebagai jalan tengah dalam memberikan sanksi bagi para koruptor.

Selain itu tidaklah mudah menetapkan hukuman mati bagi para koruptor karena pengaruh nilai-nilai budaya, hak azasi manusia dan pengaruh tekanan dari sejumlah negara barat yang tidak menyetujui hukuman mati diterapkan di negeri ini.

“Pemerintah Indonesia nampaknya tidak setegas Pemerintah Tiongkok untuk menghukum para koruptor dengan menjatuhkan sanksi hukuman mati , mungkin hal itu dipengaruhi beberapa sebab , diantaranya nilai budaya , perikemanusiaan , hak azasi manusia dan tekanan sejumlah Negara tertentu, ”jelas Akademisi Fisip Unlam Dr. Budi Suryadi.M.Si di Banjarmasin, Jumat(17/3/2016).

Budi Suryadi menambahkan  penanganan koruptor harus dilakukan terpadu oleh seluruh elemen masyarakat guna mempersempit ruang bagi siapapun yang ingin melakukan tindakan yang sangat merugikan masyarakat dan pemerintah tersebut. (FH/RRI)

MENCEGAH PREMANISME SISWA DI SEKOLAH
By: On:

MENCEGAH PREMANISME SISWA DI SEKOLAH

AMINAH, S.Pd 2

Ditulis oleh Aminah, S.Pd Guru BK SMPN 2 Bati-Bati

Seringkali kita mendengar terjadi bullying/kekerasan di sekolah yang dilakukan oleh siswa senior terhadap junior ketika awal tahun ajaran baru. Budaya senioritas seakan dibenarkan oleh beberapa sekolah dengan pembiaran atau bahkan memberikan mandat kepada senior untuk “menertibkan” siswa baru berdalih masa oriantasi sekolah (MOS). Budaya menindas akan terus berlanjut dari tahun ke tahun ketika junior naik kelas menjadi senior. Tayangan televisi seperti sinetron yang full adegan kekerasan, berita criminal dan budaya menindas sedikit banyak mempengaruhi prilaku premanisme. Bagaimana sebagai pendidik kita menyikapi permasalahan ini.

Premanisme berasal dari bahasa Inggris terdiri dua kata free artinya bebas man artinya manusia atau seseorang. Premanisme berarti seseorang yang bebas melakukan apa saja tidak terikat hukum dan berani menanggung segala resiko pelanggarannya. Pada mulanya premanisme dimaksudkan untuk menolak aturan yang mengikat dan mengekang kehidupan berekspresi penduduk tapi lama-kelamaan berubah paradigma menjadi kebebasan untuk melakukan kekerasan/penindasan kepada orang lain. Intinya premanisme berkonotasi dengan prilaku negative.

Guru yang baik, katakanlah wali kelas atau guru BP dapat dengan mudah mengenali adanya bibit premanisme di kelas. Setidaknya beberapa cirri berikut ini dapat dijadikan panduan awal mencegah berkembangnya premanisme yaitu :

Pertama, adanya gerombolan siswa yang berkelompok. Misalkan kelompok siswa yang kuat, perokok, pakaian seragam amburadul, baju keluar dan sering bolos. Kelompok ini biasanya merasa kuat dan membully siswa lemah yang tidak memiliki kelompok atau kelompok lain yang lebih lemah. Kedua, apabila ditemukan adanya senjata tajam dan alat-alat kekerasan lainnya sudah merupakan indikasi kuat adanya premanisme di kelas. Ketiga, dalam teory sosiologi kelompok, kelompok yang kuat cenderung untuk menciptakan musuh bersama. Musuh tersebut adalah orang/kelompok yang paling lemah dan tidak memiliki kemampuan untuk melawan, tidak memiliki dukungan dari kelompok lain untuk bekerja sama. Apabila ditemukan sekelompok yang selalu tertindas maka dapat dipastikan adanya prilaku premanisme.

Beberapa tindakan yang dapat ditempuh sekolah untuk menanggulangi premanisme dengan cara sebagai berikut : Pertama, memecah siswa yang berkelompok ke dalam kelas yang berbeda. Tindakan ini dimaksud untuk mengurangi interaksi sesama mereka. Dengan kelas yang berbeda diharapkan komunikasi dan soliditas kelompok berkurang. Kedua, seringkali melakukan razia senjata tajam untuk mengurangi perkelahian dan tauran antar pelajar. Bagi siswa yang kedapatan membawa sajam jangan ragu untuk memberikan sanksi berat kalau perlu ancam dengan tindakan dari kepolisian. Ketiga, terus lakukan pembinaan dengan guru BP, lakukan kegiatan bersama antara siswa yang kuat dengan siswa yang lemah agar terbentuk rasa keakraban dan kekeluargaan. Keempat, jangan biarkan apabila terjadi indikasi premanisme sebelum berkembang menjadi lebih besar. Mari cegah siswa siswi kita dari prilaku kekerasan lebih dini. Untuk hidup yang lebih baik!

PENDIDIKAN SEKS ATAU PENDIDIKAN GENDER?
By: On:

PENDIDIKAN SEKS ATAU PENDIDIKAN GENDER?

AMINAH, S.Pd 2

Ditulis oleh Aminah, S.Pd Guru BK SMPN 2 Bati-Bati

Putus sekolah karena pergaulan bebas masih sangat menghantui untuk tingkatan SMP dan SMA, dimana siswa siswi telah masuki masa fubertas mereka mulai mengenal dan tertarik kepada lawan jenisnya. Seringkali siswi hamil dalam usia sekolah dan terpaksa dinikahkan dan putus sekolah. Lagi-lagi system pendidikan kita tidak mentolerir menerima kembali siswi yang hamil, tetapi masih ada hati untuk siswa lelaki yang menghamilinya. Terkadang dalam ujian sekolah siswa lelaki masih diberi kesempatan untuk mengikuti ujian sementara siswi diarahkan mengikuti ujian penyetaraan (paket).

Dalam UUD 1945 dinyatakan setiap warga Negara berhak mendapatkan pendidikan, tidak ada satu pun alasan yang menggugurkan hak seorang siswi hamil sebagai warga Negara dilarang mengikuti ujian dan proses belajar di sekolah regulEr. Perdebatan boleh tidaknya siswi hamil mengikuti pembelajaran di sekolah masih panjang. Sebagai pendidik, kita dituntut untuk mengurangi bahkan mencegah putus sekolah akibat pergaulan bebas (hamil sebelum nikah dan selesai sekolah).

Para aktivis gender ramai menyuarakan pentingnya pendidikan seks di sekolah dengan tujuan mengenalkan fungsi organ seksual sesuai jenis kelamin. Tepatkah istilah “Pendidikan Seks”? Dalam terminology ketimuran seks masih istilah yang tabu digunakan. Saran kami pendidikan seks diganti Pendidikan Gender karena seks lebih mengarah pada hubungan suami istri sementara gender lebih menekankan pada pengenalan jenis kelamin dan fungsi organ-organ reproduksi.

Memasuki usia SMP, guru dan orang tua seyogyanya mengenalkan perbedaan gender antara lelaki dan perempuan. Pada usia 7 tahun orang tua sudah memisah tempat tidur anak lelaki dan perempuan. Anak tidak boleh lagi tidur berkumpul dengan orang tua (kumpul kebo), kepada anak perempuan diperkenalkan bagian yang tidak boleh dilihat dan dipegang orang lain termasuk orang tua, saudara dan keluarga terdekat. Pada anak laki diajarkan gaya hidup maskulin dan batasan aurat lelaki. Ajarkan pula kepada sesama wanita pun tidak boleh memperlihatkan auratnya dan begitu pula kepada sesama lelaki tidak boleh memperlihatkan auratnya. Lelaki dan perempuan tidak boleh lagi bermain bersama dan terlalu dekat bahkan dibiarkan bermain berduaan saja. Terlebih orang tua yang bijaksana tidak memfasilitasi anak dengan gadget canggih yang bisa mengakses situs pornografi. Tidak menyediakan TV dan DVD di kamar anak adalah salah satu cara mengontrol tontonan. Selalu dampingi anak Anda dalam menonton siaran televisi, berikan edukasi yang baik tentang tayangan yang layak dikonsumsi sesuai umur dan wawasan anak.

Di sekolah guru dapat memperhatikan prilaku anak laki dan perempuan yang terlihat terlalu intim untuk dipisah kelas atau tempat duduk. Berikan edukasi dampak negative hubungan yang belum masanya, tentang masa depan pendidikannya. Waspada pada anak yang sering bolos yang terindikasi mereka berpacaran. Lakukan pembinaan dengan bimbingan guru BP dan orang tua siswa. Seringkali siswa memanfaatkan pulang sekolah lebih awal untuk berpacaran karena dewan guru ada rapat atau beralasan mengikuti ekstrakurikuler. Pembina ekstra memiliki tanggungjawab menjaga siswanya dan melaporkan aktivitas kegiatan ekstra siswa kepada orang tuanya.

KEJUJURAN, PENDIDIKAN BERKARAKTER
By: On:

KEJUJURAN, PENDIDIKAN BERKARAKTER

H. SYAHRANI,S.Pd 2Ditulis oleh H. Syahrani, S.Pd Kepsek SMPN 1 Bati-Bati

Pendidikan karakter adalah pendidikan yang merubah mental prilaku siswa menjadi lebih baik, bermartabat dan unggul. Namun, dapatkah proses belajar mengajar kita selama ini mewujudkan karakter seperti itu? Selama ini system pendidikan kita menggunakan evaluasi berupa Ujian Akhir Sekolah (UAS) dan Ujian Akhir Nasional (UAN). Dapatkah UAS dan UAN menjadi standar prilaku mental berkarakter karena UAS dan UAN hanya menilai siswa dari sisi kognitif saja? Sementara untuk mengukur kepribadian siswa dengan cara yang bagaimana? Lagi-lagi penilaian subjektiv guru lah yang dijadikan dasar. Mari kita introspeksi diri, selama mengajar di kelas dengan puluhan bahkan ratusan jumlah siswa apakah kita hapal nama-nama mereka? Bagaimana kita menilai kepribadian mereka sementara kita tidak mengenalnya secara pribadi. Jadilah penilaian hanya bersifat copy paste, terlalu subjective.

Masih ingatkah kita ketika Ujian Nasional pertama menteri pendidikan era Jokowi, Anis Baswedan berkata,”UAN 100 % ujian kejujuran”. Secara inflisit, Pak menteri ingin agar ujian yang sesungguhnya adalah ujian kejujuran bukan seberapa hebat siswa menjawab soal. Sebagai pendidik bagaimana kita mengukur kejujuran siswa karena justu terkadang kitalah yang mengajari mereka tidak jujur. Contoh, seberapa sering kita terlambat masuk kelas sementara siswa sudah lama menunggu, seberapa sering kita membolos mengajar dengan alas an izin, sakit dan dusta lainnya, seberapa jauh capaian kurikulum telah kita laksanakan? Untuk mendidik kejujuran, mesti dimulai dari teladan guru/pendidik. Dari sekarang ayo bekerja tepat waktu dalam artian sebelum siswa masuk kelas kita sudah duduk menunggu mereka, ketika menutup pelajaran siswa pulang lebih dulu baru kita keluar. Ketika upacara senin pagi kita mantap di barisan sebelum siswa berkumpul, ketika kerja bakti gurulah yang aktif bekerja membersihkan halaman, berkotor dan berpeluh ria memotivasi anak bahwa kami guru tidak keberatan bekerja bersama kalian. Ketika ada siswa yang belum tuntas belajar, kitalah yang aktif member tambahan pelajaran kepadanya. Dan terakhir ketika ujian kejujuran, mereka yakin dengan dirinya sendiri tanpa ada bocoran soal, contekan dan bantuan apa pun. Itulah kejujuran!

Ketika khalifah Umar Ibn Khattab sedang sidak Beliau bertemu seorang anak gembala, “Hai nak, Engkau juallah seekor dombamu kepada ku niscaya tuanmu tak akan tahu!” bujuk Khalifah yang sedang menyamar. Namun jawab si gembala, “Tuanku mungkin tidak tahu, tapi Allah pasti tahu!” Dapatkah system pendidikan kita menghasilkan gembala dengan karakter demikian. Tentu dapat, apabila penanaman nilai-nilai spiritual lebih ditekankan di sekolah, belajar mengajar bukan hanya proses transfer ilmu pengetahuan tetapi juga pewarisan nilai-nilai luhur agama dan kepribadian. Kita dapat tanamkan hormat kepada orang tua dengan bersalaman dan cium tangan, kita dapat menegur mereka dengan , “Apa kabar Nak?”. Sekolah dapat mendatangkan setiap bulan orang-orang sukses sekitar kita untuk memberikan motivasi keberhasilan usaha mereka. Setiap pagi diawali dengan pengajian Al Quran dan tadabbur ayat-ayatnya, peringatan hari-hari besar keagamaan dengan ceramah yang memotivasi dan menyentuh. Akan tetapi semua tidaklah berarti apabila kita sebagai pendidik tidak memberikan contoh teladan bagaimana karater kejujuran itu.