(Oleh : Ayu Rahmawati )
Provinsi Kalimantan Selatan ( Kalsel ) Kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung program Swasembada Pangan Nasional Tahun 2025.
Dalam mendukukung kebijakan tersebut Gubernur Kalsel, H. Muhidin, dan Kapolda Kalsel, Irjen. Pol. Rosyanto Yudha Hermawan, di Lokasi penanaman yang berada di lahan rawa, Jalan Gubernur Syarkawi, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar telah melakukan Inovasi Tanah Rawa Jadi Percontohan.
Kapolda Kalsel, Irjen. Pol. Rosyanto Yudha Hermawan, menyampaikan rasa Syukur dan bangga karena Upaya Kalsel dalam pemanfaatan lahan memiliki nilai strategis hingga diakui di Tingkat nasional.
“Alhamdulillah, saat ini sudah empat kali panen dengan hasil rata-rata sukses dan memuaskan, yaitu 8 ton per hektar,” ungkap Kapolda. Lebih lanjut, beliau menyoroti inovasi Kalsel :
“Kesiapan Kalimantan Selatan menjadi acuan karena kita berhasil menjadikan tanah basah atau lahan rawa untuk penanaman jagung. Ini baru satu-satunya di Indonesia yang dilakukan oleh Kapolda kita,” tegas Irjen. Pol Yudha, memposisikan Kalsel sebagai pionir dalam pemanfaatan lahan suboptimal.
Hal Target Luasan dan Dukungan Petani, Kegiatan penanaman serentak ini akan berlangsung sepanjang Kuartal IV (Oktober hingga Desember) di seluruh wilayah Kalsel dengan target yang ambisius :
- Total Luasan : 1.051.14 hektar, dukungan Petani : Didukung oleh 1.605 orang petani
- Jenis Benih : Menggunakan benih unggul Jagung Bisi 18
Memudahkan Panen dengan Teknologi Modern, Gubernur Kalsel, H. Muhidin, menekankan pentingnya pengunaan alat dan mesin pertanian modern untuk menngenjot hasil produksi.
Beliau menyebutkan bahwa pengunaan alat panen mekanis seperti Combine Harvester sangat membantu meningkatkan efisiensi. “Combine ini Adalah pertama yang kami minta. Kalau seandainya ada Combine yang panen jagung melalui alat combine ini, itu akan memudahkan baik itu dari Polri sendiri maupun Masyarakat.” Jelas Gubernur.
Gubernur Muhidin bahkan menceritakan Upaya khusus yang dilakukan untuk mendapatkan alat-alat tersebut demi mendukung petani : “Langsung melakukan kontak via telepon ke , Menteri sayangnya tidak memeiliki. Kalau begitu saya telepon, ada enggak orang jualan alat ?. Ada di mana? Di jawa, kata Muhidin
Diharapkan, sinergi antara Pemprov, Polda, dan Petani ini dapat terus berkelanjutan, menjadikan Kalimantan Selatan tidak hanya sebagai lumbung pangan lokal, tetapi juga sebagai pembanding dan contoh sukses bagi daerah lain di Indonesia, khususnya dalam pengolahan lahan rawa untuk mendukung ketahanan pangan, jelas Guberur Kalsel ini. (Penulis : Mahasiswi UNISKA Banjarbaru)













