mediapublik.net/, Guntung Manggis Landasan Ulin
Di tengah meningkatnya kebutuhan daging sapi di Kalimantan Selatan, seorang warga Desa Guntung Manggis, Dr. Ilham (40), berhasil mengembangkan usaha peternakan sapi yang kini memberikan keuntungan stabil dan menjadi sumber pendapatan sampingan bagi keluarganya.
Usaha ini bermula pada tahun 2022, ketika Dr. Ilham mencoba bisnis pengadaan sapi di Jakarta. kemudian diajak oleh seorang rekan untuk membuka usaha serupa di Kalimantan.
Dengan melihat peluang pasar di daerah ini cukup besar, akhirnya saya serius mengembangkan usaha peternakan sapi,” ujar Ilham, Rabu (29/10) dikatakannya pada sumber di Media ini.
Berawal modal sekitar Rp250 juta, Ilham memulai usahanya dengan membeli beberapa ekor sapi limousin untuk penggemukan, sapi dari Flores dan Bali untuk dijual langsung ke pembeli lokal dan pedagang besar.
Dalam satu kali pengiriman, sapi yang datang biasanya dalam kondisi sehat dan hanya perlu ditampung sekitar 1–2 minggu sebelum dijual kembali.
Namun, tidak semua proses berjalan mulus. Ia mengaku sempat menghadapi kendala ketika beberapa sapi yang didatangkan dari luar Kalimantan terdeteksi sakit. “Kalau ada sapi yang sakit, biasanya kami karantina dulu dan dirawat sekitar 1 sampai 1,5 bulan sampai benar-benar pulih,” jelasnya.
Meski menghadapi tantangan tersebut, usaha ini tetap memberikan hasil yang menjanjikan. Setiap ekor sapi yang dijual mampu memberikan keuntungan sekitar Rp500 ribu hingga Rp1 juta, tergantung dari ukuran dan kondisi sapi saat dijual.
Kunci keberhasilan usaha peternakan sapi ini terletak pada ketelatenan dalam perawatan dan pemilihan sapi berkualitas. Ia juga menekankan pentingnya menjaga Kesehatan ternak agar tidak menular ke sapi lain.
“Kalau dirawat dengan baik, hasilnya pasti ada. Saya berharap ke depan bisa memperbesar kandang dan menambah jumlah sapi,” ujarnya optimis.
Usaha yang dirintis oleh Dr. Ilham di Guntung Manggis Banjarbaru Kalsel itu kini menjadi inspirasi bagi warga sekitar untuk mulai melirik peluang di sektor peternakan sapi. Pemerintah desa juga menyambut baik kegiatan ini karena mampu membuka lapangan kerja baru dan mendukung ketersediaan daging sapi lokal. (Azka Sevtira Mukti / Kontri)



















