Teks foto :
Kadis DPRLH Gt. Erzandi, Kabid Tata Kota Alam, Suasana Pasar Lawas dimalam hari saat kegiatan Hiburan Dangdutan yang digelar Ketua KPMD Umar berbaju Kuning didampingi Pimpinan Media Publik
mediapublik.net/, Pelaihari
Keberadaan Pasar Lawas di Nol Km Pelaihari Kabupaten Tanah Laut yang jadi kebanggan Warga sebagai Tempat Kuliner jajanan , interaksi rakyat kini mulai tak Terurus telah menjadi sorotan dan keluhan Masyarakat Pelaihari sekitarnya.
Komentar salah satu pedagang, warga setempat disampaikankannya pada mediapublik.net/, Pasar ini terlihat Kumuh, draines yang tak terurus, lepasnya papan nama dan pudarnya tulisan Pendiri Tanah Laut yang dituliskan pada Miniatur Perahu Kecil.
Kepala Dinas Permukiman Perumahan Rakyat & Lingkungan Hidup ( DPPRLH) Pemerintah Kabuapten Tanah Laut Gt. Erzandi menanggapi hal tersebut di Banjarmasin waktu lalu diacara pemerintahan, mengatakan sudah mendengar laporan dan memeriksa langsung kondisi Pasar Lawas tersebut.
Dia berjanji di Anggaran 2026 akan segera melakukan perawatan Pasar O Km dengan memeperbaiki Miniatur Perahu kecil yang bertuliskan Para Pendiri Tanah Laut, Draines lingkungan, perbaikan pagar Taman yang mulai rusak dan lainnya.
Perawatan ini tidak lain adalah dalam rangka meningkatkan kenyamanan pengunjung serta mendukung pertumbuhan ekonomi pelaku UMKM. Renovasi ini dijadwalkan akan dimulai dalam waktu dekat setelah seluruh proses perencanaan dan persiapan teknis selesai.
Kami juga Ujar Pria muda ini konsep kebersihan dan estetika juga menjadi perhatian utama agar pasar tampil lebih bersih , rapi dan menarik.
Hal senada juga dikatakan Kepala Dinas Gt Erzandi, Kabid Tata Kota DPRLH, Alam saat berada dikantornya mendukung tentang Pembenahan dan persiapan perawatan Pasar Lawas Nol Km Pelaihari tersebut, kini Tengah mempersiapkan apa yang menjadi Perencanaan Dinas sesuai petunjuk Pimpinannya.
Melalui Pasar Terbuka Kuliner diharapkan tidak hanya menjadi pusat kuliner masyarakat, tetapi juga mampu meningkatkan pendapatan pedagang serta mendukung pengembangan ekonomi lokal secara berkelanjutan. (MP**)













