Tekan stunting DP3A2KB Lauching RAZA SAGALA Di Hotel Rattan In Banjarmasin

TANAH LAUT587 Dilihat
banner 468x60

mediapublik.net, Banjarmasin

Raza Sagala (Rahma Zazuli Sahabat Keluarga Tanah Laut) terlaunching di Hotel Rattan In Ruang Calamus Banjarmasin tahun kemarin

banner 336x280

di Banjarmasin.

Dihadiri Bupati Wakil Bupati Tanah Laut Bersama FORKOPIMDA, para Kepala SKPD dengan jajaeannya membuat semarak semangat salah satu model untuk memberantas Stunting di Bumi tuntung Pandang.

Bupati Tala Rahmat Trianto menegaskan bahwa stunting masih menjadi ancaman serius terhadap kualitas SDM daerah. Ia mendorong kolaborasi sektor kesehatan, pendidikan, pertanian, hingga infrastruktur untuk memastikan kebutuhan dasar anak terpenuhi, mulai dari asupan gizi hingga sanitasi yang layak.

Wakil Bupati mengmini kegiatan launching RaZA Sagala berjalan lancer dan mendukung kegiatan ini bisa berjalan dengan baik hingga mencapai target yang diinginkan oelh Pemkab Tala secara khusus dan Umum secara nasional. Terpenting menurut Zazuli Tala harus bebas dari Stunting

Sementara   Kepala DP3A2KB, Maria Ulfah menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk memaparkan rencana intervensi, menyatukan komitmen lintas sektor, serta menyepakati langkah terpadu dalam upaya menurunkan angka stunting di Tanah Laut.

Maria pada mediapublik.net mengatakan ada yang tidak mungkin tentang data Stunting yang tinggi pada 2023 di Tala, masa Kalsel 2023 41 % tertinggi di kalsel setelah dilakukan revisi , kan tak masuk akal masa bayi2 lahir di Tala hamper 50 % alami stunting kemudian disangggah oleh teman 2 di /Dinas Kesehatan dan lainnya kepada Kemenkes danmemang menurutnya ga masuk akal .

Kemudian karena sudah terlanjut ditulis dan itu dilakuakn tinjann Kembali ternyata ada beberapa temuan.

Yang menarik dari acara ini  hadirnya beberapa kepala skpd dan swasta Adalah dalam rngkan pengentasan stunting di tala ini tidak bisa hanya satu atau 2 dinas saja yang terlibat tapi harus kolaborasi baik pemerintahan Masyarakat bahakn unsur csr sendiri.

Canangan Inovasi dari BPP ini Adalah Gerakan Orang Tua cegah  Stunting (Gentign) itu untuk mendukung program Kemendukbangga, nah kita mendukugn versi lokalnya Uma Abah Mainpu , Dimana programini satu orang tua asuh mengeluarkan budget Rp 2,7 juta untuk 1 anak yang diberikan selama 6 bulan.

Hal ini bisa dibuat polanya missal nya dari Dinas Kami dibuat pola anak asuh sebanyak 10 orang 27 juta untuk 6 bulan bis akita biayai secara urunan , danini bisa dibantu pihak lain Bank Kasel, Baznas bahakn nanti kita mendorong instansi vertical bisa terlibat. Ini semua kerja semua pihak. (Daus)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *