Doxing ditengah Literasi Digital jadi Sorotan Narsum Puspa pada sosialisasi di KIM

banner 468x60

mediapublik.net, Pelaihari

Dinas Komunikasi, Informatika  (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel)  menggelar kegiatan sosialisasi bagi Kelompok Informasi Masyarakat (KIM)  Senin (27/7) di aula Hutan Jati Pelaihari.

banner 336x280

Sosialisasi ini penting dilakukan untuk mendorong pemerataan partisipasi KIM di daerah serta meningkatkan pemahaman masyarakat terkait pentingnya literasi digital.

​            Mewakili Diskominfo Provinsi, Erlinda Puspita Ningrum, S.Sos. (yang akrab disapa Puspa) menyampaikan bahwa sosialisasi kali ini secara khusus difokuskan bagi anggota KIM yang belum pernah mengikuti kompetisi. Harapannya, kegiatan ini dapat memotivasi anggota baru untuk ikut berpartisipasi sehingga keterlibatan tidak hanya didominasi oleh peserta yang sama.

​            “Kami ingin mereka termotivasi dan tergerak untuk berpartisipasi dengan cara mengadakan Kompetisi tingkat provinsi Kalsel yang  akan diselenggarakan secepatnya, kemungkinan setelah momen Hari Jadi Pemerintah Provinsi pada bulan Agustus mendatang,” ujar Puspa saat ditemui mediapublik.net  ditengah acara sosialisasi.

​            Selain persiapan kompetisi, pihak Diskominfo Provinsi menekankan pentingnya penguasaan nilai-nilai dasar kompetensi, keahlian baru (new skills), serta pemahaman terhadap isu-isu terkini yang berkembang di media digital. Hal ini dinilai krusial agar anggota KIM dapat menjalankan fungsinya secara optimal sebagai agen informasi di tengah masyarakat desa masing-masing.

​            Menyoroti kemunculan informasi melalui media sosial yang berkarakter  Urgensi Literasi Digital, dan Doxing (penyebaran informasi pribadi tanpa izin) yang belakangan ini kerap terjadi di ruang publik digital, Puspa menegaskan pentingnya penguatan literasi digital bagi seluruh lapisan masyarakat.

​            Empat pilar utama literasi digital—yaitu digital culture (budaya digital), digital ethics (etika digital), digital skills (keterampilan digital), dan digital safety (keamanan digital)—menjadi materi penting yang harus dikuasai oleh para anggota KIM.

​            “Penggunaan media sosial dan media digital saat ini sudah tidak bisa kita hindari. Oleh karena itu, empat pilar literasi digital sangat penting dipahami oleh anggota KIM agar nantinya dapat ditularkan dan disebarluaskan kepada masyarakat di desanya masing-masing,” tambahnya.

​            Menyinggung Peran Diskominfo Kalsel  dalam  pembinaan KIM di tingkat kabupaten/kota, Puspa menjelaskan bahwa posisi provinsi berada pada ranah fasilitator dan koordinator.

​            Setelah pihak pemerintah kabupaten/kota melakukan pemetaan kebutuhan KIM di wilayahnya, Diskominfo Provinsi hadir untuk mengoordinasikan serta merumuskan solusi dan kolaborasi yang dibutuhkan.

​            “Fungsi kami lebih kepada fasilitator dan koordinator. Melalui koordinasi ini, kami berharap dapat memfasilitasi peningkatan kapasitas (capacity building) bagi teman-teman KIM yang bertugas di lapangan,” pungkasnya.(MP**A)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *