
PELAIHARI — Pemerintah Kabupaten Tanah Laut mulai memetakan komoditas, produk, dan jenis usaha (KPJU) yang berpotensi menjadi penggerak ekonomi daerah sekaligus memperkuat daya saing usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).
Upaya tersebut dibahas melalui Focus Group Discussion (FGD) Penelitian KPJU Unggulan UMKM Tahun 2026 yang digelar di Ruang Rapat Barakat, Kamis (6/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi forum untuk menggali kondisi dan potensi usaha secara langsung di lapangan. Pelaku UMKM, akademisi, perangkat daerah serta sejumlah pemangku kepentingan dilibatkan untuk memberikan informasi mengenai potensi, kendala dan peluang pengembangan berbagai komoditas di Tanah Laut.
Mewakili Bupati Tanah Laut, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Tanah Laut, Masturi, mengatakan penetapan komoditas unggulan harus didasarkan pada data yang akurat serta kondisi riil di lapangan.
Menurutnya, hasil kajian yang terukur akan membantu pemerintah menyusun kebijakan pengembangan UMKM secara lebih tepat sasaran.
“UMKM adalah tulang punggung perekonomian daerah. Oleh karena itu, pengembangannya perlu didukung data dan kajian yang akurat agar kebijakan yang disusun benar-benar sejalan dengan potensi yang dimiliki daerah,” ujarnya.
Libatkan Pelaku Usaha dan Akademisi
Masturi mengapresiasi dukungan Bank Indonesia dan Politeknik Negeri Banjarmasin dalam pelaksanaan penelitian KPJU tersebut.
Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak diperlukan untuk memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai sektor usaha yang memiliki peluang untuk dikembangkan.
Masukan dari pelaku usaha juga dinilai penting karena memberikan gambaran langsung mengenai kondisi di lapangan, termasuk berbagai kendala yang dihadapi dalam menjalankan usaha.
Selain melihat potensi produksi, pemerintah juga perlu mempertimbangkan peluang pasar dan daya saing setiap komoditas sebelum menetapkannya sebagai produk unggulan daerah.
Karena itu, Masturi meminta seluruh peserta FGD menyampaikan data dan informasi secara objektif sesuai kondisi sebenarnya.
“Penelitian ini diharapkan tidak hanya berhenti sebagai dokumen kajian, tetapi dapat menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan, program pembinaan UMKM, penetapan prioritas pengembangan komoditas unggulan, hingga membuka peluang investasi dan perluasan pasar bagi produk-produk unggulan Tanah Laut,” katanya.
Jadi Dasar Pengembangan UMKM
Hasil penelitian KPJU nantinya diharapkan menjadi pijakan Pemkab Tanah Laut dalam menentukan arah pengembangan UMKM dan komoditas potensial di daerah.
Sinergi pemerintah daerah, perguruan tinggi, Bank Indonesia, lembaga keuangan, dunia usaha dan pelaku UMKM diharapkan mampu mendorong potensi lokal agar berkembang menjadi produk yang lebih kompetitif dan memiliki jangkauan pasar lebih luas.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari strategi Pemkab Tanah Laut dalam memperkuat UMKM sebagai salah satu mesin pertumbuhan ekonomi daerah yang berbasis potensi lokal dan mampu memberikan manfaat ekonomi secara berkelanjutan.










