mediapublik.net, Pelaihari
Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Pemerintah Kabupaten Tanah Laut (Pemkab. Tala) Genjot Pencapaian Target Pendapatan Daerah Rp1,7 Triliun pada 2026
Langkah untuk pencapaian tersebut diperlukan cara strategis, pengawasan, serta koordinasi lintas perangkat daerah agar realisasi pendapatan berjalan sesuai perencanaan.
Progres pencapaian target pendapatan menjadi salah satu indikator penting dalam mengukur kinerja pengelolaan keuangan daerah. Karena itu, evaluasi terhadap realisasi penerimaan perlu dilakukan secara berkala, terutama menjelang akhir tahun anggaran.
Bapenda Tanah Laut memiliki peran penting dalam mengoordinasikan upaya peningkatan pendapatan daerah, khususnya melalui optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD), termasuk pajak dan retribusi daerah sesuai kewenangan pemerintah kabupaten.
Selain itu, sinergi antara Bapenda dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait diperlukan untuk mengidentifikasi potensi penerimaan yang belum tergarap secara maksimal. Dengan demikian, peluang peningkatan pendapatan dapat dimanfaatkan secara lebih efektif dan transparan.
Kepala Bapenda Tanah Laut Andris Evony, S.STP., M.Si pada mediapublik.net di Pelaihari mengatakan Pendapatan Daerah pada Dinas Pendapatan Pemkab. Tala masih on the track sebagaimana target yang dibuat laporannya pertiga bulan pertriwulan dan sekarang sudah mencapai 81 %.
Semua potensi selain mengintensifkan yang ada kita juga sedang menambahkan hasil ekstensifikasi tentunya tidak hanya puas yang ada tetapi harus mencari potensi baru untuk dapat diperhitungkan pada waktu yang akan datang.
Potensi baru ini artinya potensi pajak baru seperti semakin tumbuhnya kegiatan jasa perdagangan seperti penginapan, hiburan hiburan, tempat tempat hiburan yang tumbuh seperti Pantai Kasuari Kecamatan Kurau , jadi mohon doanya agar potensi ini dapat mencapai perolehan yang berarti bagi Pembangunan di Tanah Laut.
Target pendapatan daerah murni sejumlah Rp 1,7 triliun kemudian progresnya terekam sampai dengan 16 Oktober 2026 telah mencapai Rp 1,4 triliun, atau 81,08 %.
Yang pasti semangat tetap otimis dan dimaksimalkan, bidang pendapatannya adalah pada retribusi, pengolahan kekayaan yang dipisahkan jelas Andres. (MP/ Daus).
