mediapublik.net, Banjarmasin
Pemerintah Kota Banjarmasin berupaya meningkatkan kualitas ruang publik melalui rencana penataan sejumlah kawasan yang menjadi pusat aktivitas masyarakat.
Menindaklanjuti arahan Wali Kota Banjarmasin, H. Muhammad Yamin HR, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar, mengoordinasikan peninjauan Alun-Alun Kamboja, Kampung Ketupat, serta kawasan Pulau Insan di Jalan Jafri Zamzam, sekitar Lapangan Sepak Bola 17 Mei, Kamis (22/10/2026) sore.
Langkah tersebut diarahkan untuk mengoptimalkan fungsi fasilitas umum, meningkatkan kenyamanan pengunjung, sekaligus melihat potensi pengembangan kawasan wisata yang dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
Dalam peninjauan di Alun-Alun Kamboja, Ichrom Muftezar didampingi Camat Banjarmasin Tengah, Lurah Kertak Baru Ulu, serta jajaran Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kawasan Wisata Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kota Banjarmasin.
Ia menjelaskan bahwa sejumlah pekerjaan telah direncanakan melalui anggaran perubahan tahun 2026, salah satunya pembangunan kolam retensi dengan kapasitas tampung hampir 2.000 meter kubik air.
Kolam tersebut nantinya dilengkapi pagar pengaman sebagai bagian dari upaya menjaga keselamatan pengunjung.
Selain menambah infrastruktur kawasan, keberadaan kolam retensi diharapkan dapat mendukung pengelolaan air dan membantu mengurangi potensi genangan di lingkungan sekitarnya. “Yang pertama, sebelah sana itu nanti ada kolam retensi yang menampung kurang lebih sekitar hampir 2.000 kubik air. Itu nanti dipagar,” jelas Tezar.
Perhatian pemerintah kota juga diarahkan pada peningkatan fasilitas olahraga, rekreasi, dan kebutuhan dasar pengunjung. Sejumlah area Alun-Alun Kamboja direncanakan mendapat pengaspalan agar dapat dimanfaatkan sebagai lintasan joging maupun kegiatan masyarakat lainnya.
Sementara itu, dua area bermain akan mendapatkan penanganan berupa pemasangan membran, disertai perbaikan fasilitas toilet umum. “Terus juga nanti yang area ini akan kita aspal agar bisa dimanfaatkan untuk jogging track dan sebagainya.
Terus juga untuk area bermain ada dua, itu nanti dibikin membran, dan yang satunya lagi perbaikan toilet,” ungkapnya. Pembenahan tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih tertata dan nyaman bagi berbagai kelompok usia, sekaligus memperkuat fungsi ruang terbuka sebagai tempat masyarakat berolahraga, bersosialisasi, dan menikmati waktu bersama keluarga.
Di sisi lain, rencana penataan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat pengelolaan fasilitas publik secara berkelanjutan. Pembangunan infrastruktur perlu dibarengi dengan perhatian terhadap kebersihan, keamanan, aksesibilitas, serta pemeliharaan sarana agar manfaatnya tidak berhenti setelah pekerjaan fisik selesai.
Potensi Alun-Alun Kamboja sebagai ruang interaksi masyarakat menjadi modal penting untuk terus dikembangkan. Namun, tingginya aktivitas pengunjung juga dapat menghadirkan tantangan tersendiri, terutama berkaitan dengan ketahanan fasilitas dan pengelolaan lingkungan.
Karena itu, koordinasi antarperangkat daerah diperlukan agar setiap pembenahan dapat berjalan terarah dan tetap memperhatikan kebutuhan masyarakat dalam jangka panjang.
Selain Alun-Alun Kamboja, peninjauan turut menyasar kawasan wisata Kampung Ketupat dan Pulau Insan di Jalan Jafri Zamzam, sekitar Lapangan Sepak Bola 17 Mei. Kedua lokasi tersebut memiliki potensi pengembangan yang dapat mendukung daya tarik wisata sekaligus membuka ruang bagi aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.
Kampung Ketupat, dengan karakteristik budaya lokalnya, memiliki peluang untuk memperkuat identitas wisata khas Banjarmasin, sedangkan kawasan Pulau Insan berpotensi dikembangkan melalui pemanfaatan ruang yang lebih tertata.
Meski demikian, pengembangan kedua kawasan tetap memerlukan pemetaan kebutuhan, kesiapan infrastruktur, serta pengelolaan yang mempertimbangkan keberlanjutan lingkungan agar potensi yang dimiliki dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekitar.
Tezar berharap rencana pembenahan tersebut dapat diwujudkan secara optimal sehingga masyarakat merasakan manfaat langsung dari peningkatan kualitas fasilitas publik. “Mudah-mudahan ini bisa memberikan manfaat yang besar untuk masyarakat Kota Banjarmasin, khususnya yang sering memanfaatkan Alun-Alun Kamboja ini,” tutupnya.
Harapan tersebut sekaligus menegaskan pentingnya menghadirkan ruang publik yang tidak hanya memiliki daya tarik secara fisik, tetapi juga mampu menunjang aktivitas warga. Dengan perencanaan yang terukur serta pemeliharaan yang berkelanjutan, penataan kawasan diharapkan dapat meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan, memperkuat potensi wisata, dan menghadirkan fasilitas yang lebih nyaman serta bermanfaat bagi Masyarakat. (MP/ Kominfo).












