LPSE Tala Harapkan Percepat Proses Lelang untuk Dukung Realisasi Program Pemerintah

banner 468x60

mediapublik.net, Pelaihari

Pemerintah melalui Lembaga Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) terus melakukan langkah strategis dalam mempercepat proses lelang pengadaan barang dan jasa. Upaya ini dilakukan guna mendukung percepatan realisasi program pembangunan serta meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam penggunaan anggaran.

banner 336x280

Percepatan proses lelang menjadi salah satu fokus utama, terutama dalam menghadapi tahun anggaran berjalan. LPSE melakukan berbagai inovasi, di antaranya optimalisasi sistem digital, penyederhanaan tahapan administrasi, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia yang terlibat dalam proses pengadaan.

Kepala LPSE Tanah Laut Yulis Shairi, ST pada pagi pekan  kemarin di kantornya LPSE  yang ber AC di Pelaihari  pada mediapublik.net mengatakan untuk 2026 sudah antisipasi, sejak awal tahun, sudah memberikan Surat Edaran kepada Para Pimpinan SKPD  segera memproses dan membuat Langkah Langkah rencana pengadaan di system dan penyusunan dokumen persiapan pengadaan dan mengusulkan ke LPSE  agar segera diproses.

Menurutnya, apa yang harus kami lakukan untuk percepatan,  hal Itu diawal tahun  sudah ada surat yang kami layangkan ke Dinas,  UPT ,  Kecamatan,  ada 72 SKPD , pertama melayangkan surat edaran dengan pedoman pengadaan barang jasa paling lambat 15 Februari sudah mengumumkan (Sirup) , kedua layangkan surat percepatan pengumuman Pengadaan Barang Jasa (PBJ) , ketiga  Monitoring, Controlling, Surveillance for Prevention (MCSP), dengan demikian PPK  memantau kegiatan yang sudah tersampaikan.

Pengumuman MCSP itu paling lambat 31 Maret sudah dideadline selesai  rencana pengumunan PBJ  dari sirupnya.

Ada 15 lelang sudah dilakukan yakni Dinas PUPR, Tata Kota, Satpol PP, Pariwisata, diprediksi tahun ini ada  150 paket Lelang kalau sudah masuk di bulan Mei – Juni 2026.

Adapun tahapan yang dilalui sehingga Barang Jasa bisa direalisasikan yakni Bulan Maret Konsultan merencana April Mei selesai, Design jadi PPK akan mereview kemudian menyusun harga lalu juni baru ditenderkan.

Semestinya Idealnya perencanaan itu H-1 sebelum akhir tahun kalau misalkan pekerjaan dibangun tahun ini maka perencanaan harus dilakukan tahun kemarin, untuk  Dinas PUPR , LH, Pendidikan sudah dimulai saat itu,  namun bagi Dinas yang jarang melakukan proyek Pembangunan mereka kadang menjadikan satu tahun tersebut dan tak mengganggarkan konsultan perencana dan pengawas ini yang membuat terjadi kelambatan dalam prsoses percepatan tender dan pekerjaan, tutup Yulis akhiri wawancara dengan mediapublik.net. (MP/Daus)

 

 

 

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *