Bupati dorong pertumbuhan “Desa Dibina Kota Ditata” dalam Musrenbang di Dapil IV

mediapublik.net, Pelaihari

Daerah Pemilihan (Dapil)  IV  meliputi Kecamatan Bati-Bati,  Kecamatan Tambang Ulang laksananak Musyawarah Pembangunan (musrenbang) di Aula Kecamatan Bati-Bati pada Rabu (17/2).

Musrenbang kali ini juga dilakukan secara daring dengan kombinasi tatap muka, hal ini tentunya untuk menghindari adanya klaster baru penyebaran Covid-19.

Musrenbang merupakan satu bagian dari seluruh rangkaian penyelenggaraan pembangunan di Kabupaten Tanah Laut, dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat secara menyeluruh.

Bupati Tanah Laut H. M. Sukamta menjelaskan bahwa target pembangunan terfokus pada indikator-indikator Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2018-2023, saat ini masih ada 17 indikator yang belum terpenuhi dari 46 indikator.

“Apa yang kita lakukan dalam pembangunan di Kabupaten Tanah Laut senantiasa memenuhi target-target RPJMD kita. Target infrastruktur, pertanian, pendidikan, peternakan, perhubungan, UKM semua ada targetnya, sehingga dalam penyusunan APBD kita sesuaikan untuk mencapai target RPJMD,” ujarnya.

Bupati Tanah Laut menyampaikan prioritas pembangunan diserahkan kepada masing-masing kecamatan, karena lebih mengetahui kebutuhan dan karakter desa. Ia juga mendorong pertumbuhan desa sebagai aplikasi dari tema “Desa Dibina Kota Ditata” dan meminta SKPD membantu dalam pelaksanaannya.

“Setiap SKPD bisa memangku sesuai tugas, fungsi dan potensi yang dimiliki desa, agar kemampuan indeks desa kita naik. Saat ini hanya ada 4 desa tertinggal, selebihnya sudah ada desa berkembang, maju, dan mandiri. Semua desa di Kecamatan Bati-Bati dan Kecamatan Tambang Ulang tidak ada masuk kategori tertinggal,” ujarnya.

Anggota DPRD Kabupaten Tanah Laut Dapil IV Husnul Fatahillah menyampaikan bahwa pembangunan mengacu pada isu-isu strategis yaitu rehabilitasi infrastruktur pasca banjir, pengelolaan sarana dan prasarana ekonomi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia sehingga dapat meningkatkan keadaan ekonomi saat ini.

“Banyak infrastruktur yang rusak, pertanian yang hancur tentu menyumbang terdahap meningkatnya angka pengangguran dan kemiskinan. Karena wilayah Bati-Bati dan Tambang Ulang terdampak banjir saya mohon nantinya ada skala prioritas untuk pemulihan bencana banjir, baik dari rumah warga atau apapun sebagai prioritas utama dan bisa memberikan harapan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Kepala Bappeda Andris Evony menjelaskan ada 14 fokus RKPD 2022 Kabupaten Tanah Laut diantaranya pemulihan infrastruktur pasca bencana dan pemberdayaan BumDes, UKM dan IKM. Ia juga menyampaikan beberapa isu strategis Tahun 2022 di Kabupaten Tanah Laut.

“Isu yang masih muncul adalah kemiskinan, menurunnya pertumbuhan ekonomi sehingga  perlu ditingkatkan sehingga terjadi kestabilan ekonomi masyarakat. Ada 4,74% angka pengangguran terbuka kita dan jika dibiarkan akan menjadi masalah,” ujarnya.

Camat Bati-Bati Aan Norhuda menyampaikan usulan prioritas Kecamatan Bati-Bati seperti pemulihan infrastruktur pasca banjir dan penambahan tempat pelayanan kesehatan. Senada dengan Kecamatan Bati-Bati, disampaikan Camat Tambang Ulang Ade Gumilar usulan prioritas Kecamatan Tambang Ulang fokus pada pemulihan infrastruktur pasca banjir, peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pengelolaan pembangunan dengan pola padat karya.

Acara ditutup dengan penandatanganan berita acara Musrenbang RKPD Kecamatan Bati-Bati dan Kecamatan Tambang Ulang. Acara ini juga dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Tanah Laut, Kepala SKPD atau yang mewakili, Kapolsek Bati-Bati, Kapolsek Tambang Ulang, Danramil Bati-Bati, Danposramil Tambang Ulang, dan Kepala Desa se-Kecamatan Bati-Bati dan Kecamatan Tambang Ulang.  (MP/DISKOMINFO TALA)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *