ini lima komoditas pendorong Inflasi Kalsel Januari 2020

Banjarmasin, mediapublik.net-

Bertempat di Hall Perpustakaan Lantai 4 KPw Bank Indonesia Kalsel Banjarmasin dengan  tema “Pengendalian Inflasi, pengembangan ekonomi  jadi ekspose ke sejumlah media pada Rabu (12/2) dalam temu reguler pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan (Kalsel).

                Tercatat inflasi  sepanjang Januari 2020 di Banjarmasin sebesar 0,31% (MTM) dan 3,07% (YOY), yang inflasi utamanya bersumber dari inflasi kelompok bahan makanan, dari Gabungan tiga kota di kalsel penghitung inflasiel,” kata Kepala KPw Bank Indonesia Kalsel yang baru menjabat, Amanlison Sembiring yang didampingi  Dadi Esa Cipta,  R. Bambang Setyo P.

Januari 2020   ada 3 kota di kalsel penyumbang inflasi yaitu Kota Banjarmasin tercatat mengalami inflasi sebesar 0.25 % lebih rendah dari pada sebelumnya 0,57 %, Kota Tanjung tercatat mengalami inflasi sebesar 0,43 %lebih rendah dari bulan sebelumnya 0,97 %, dan Kota Baru tercatat mengalami inflasi sebesar 0,68 %.

lima komoditas pendorong Inflasi terbesar yang memberikan andil dalam inflasi Provinsi kalsel pada Januari 2020  jika dibandingkan di  bulan yang sama pada tahun lalu yaitu Beras, ikan gabus,  rokok kretek filter,  mobil,  dan ikan nila. Namun jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya    ikan gabus, rokok Kretek filter, minyak goreng, mobil, dan cabai merah.

Adapun lima komoditas penahan inflasi terbesar dibandingkan dengan bulan yang sama di tahun yang lalu (yoy)   angkutan udara, bensin, biaya pulsa ponsel, daging ayam ras, dan obat dengan resep, namun jika dibandingkan dengan bulan sebwlumnya (mom) adalah angkutan udara, baju muslim pria, bensin, terong, Dan daging ayam ras.

Sesuai dengan roadmap pengendalian inflasi nasional dan daerah, Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan melakukan desain program yang akan dilakukan di tahun 2020 dalam kerangka 4K , yaitu keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.

Untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi baru maka, tahun 2020 perbaikan sektor pertambangan dan kinerja industry sawit berpeluang meningkat selain itu hilirisasi agroindustri pengolahan ikan , pariwisata yang dibarengi dengan pertumbuhan ekonomi digital dan syariah untuk mempercepat akselerasi dan menjaga kelestarian lingkungan.

Kedepan BI Kalsel berbagai stakeholder berupaya bersama memajukan perekonomian daerah dengan mengembangkan Klaster dan UMKM.

Secara umum target kenaikan produktivitas yang ditetapkan setiap klaster 10 % dan itu telah melampaui target yang telah ditetapkan seperti klaster Bawang merah 27,93 %, Padi Unggul , Ikan air tawar, udang basah, kerjianan anaman purun, ilung. (MP/ Rahmah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *