Meski Pipa GRP Pecah, PT AM Intan Banjar tetap berusaha memenuhi layanan air Bersih

Mahyuni Humas PT AM Intan Banjar

mediapublik.net, Banjarbaru

Hingga kini dampak kebocoran pipa Pipa transmisi GRP 1200 mm yang pecah, milik Balai Pengelolaan Air Minum (BPAM) Banjarbakula yang berada  di sungai landas, Desa Mandikapau, Kabupaten Banjar belum bisa teratasi untuk  pendistribuasian air bersih ke Pelanggan.

Ini dikatakan salah satu pelanggan pengguna air PT AM Intan Banjar, Iwan  di Banjarbaru pada tim mediapublik.net   Selasa (16/4) yang terdampak  bersama Sebagian Warga Banjarbaru dan Kabupaten Banjar lainnya merasa kesulitan dan terganggu atas macetnya aliran air tersebut ke rumah pelanggan.

Menyikapi hal ini, dengan sigapnya  PTAM Intan Banjar bekerja sama dengan BPAM Banjarbakula agar distribusi air kepelanggan tak terhenti dalam  mendistribusikan air bersih, kami telah menyediakan dan mengantar menggunakan  mobil tangki ketitik distribusi air yang terkena dampak men suplai air bersih sesuai dengan pesanan, kata Humas PT AM Intan Banjar, Mahyuni.

“Memang kami menyadari banyak dampak yang dirasakan oleh pelanggan akibat air yang tidak mengalir normal.  Namun kami tidak pasif terus memberikan Solusi cepat dan berupaya keras untuk mengatasinya tutur Yuni.”

Tak hanya itu Tim mediapublik.net juga sempat menghubungi Dirut PT AM Intan Banjar H Syaiful Anwar di telp selularya yang berada dilapangan untuk mensuport melihat progress perbaikan pipa pada lokasinya seraya menyerukan secara bersama  mendoakan agar perbaikan pipa yang pecah ini segera cepat teratasi sehingga kebutuhan pelanggan akan air bersih ini bisa segera terlayani.

Melalui mediapublik.net & kabarborneoraya.com ini,  Humas PTAM Intan Banjar, atas nama Dirut mengucapkan maaf atas terganggunya pelayanan air bersih kepada pelanggan, semoga  perbaikan cepat tuntas dilaksanakan dan air mengalir dengan normal.

Informasi terbaru yang kami dapatkan dari BPAM Banjarbakula pekerjaan perbaikan yang saat ini dikerjakan terhitung dari hari ini Rabu (17/4)  Insya Allah sekitar 5 hari kedepan  dapat diselesaikan. jelas Wahyuni. (Tim kbr.com/mp.net)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *