Nabiatun Naziran, DinKes Batola : Imunisasi ganda terbukti aman.”

mediapublik.net, Marabahan

Mencegah Kejadian luar biasa menjadi bagian penting dalam rangka pemberian Imunisasi sejak dini. Imunisasi  ganda (Multipleks Injection) merupakan pemberian imunisasi lebih dari satu jenis antigen atau vaksin kombinasi dalam satu kali kunjungan. Proses penyuntikan biasanya dilakukan di dua lokasi pada bayi, yakni bisa pada bagian lengan kiri dan kanan hingga otot paha pada anak atau satu bagian saja, namun memiliki jarak suntik minimal 2,5 sentimeter.

Di kabupaten berjuluk Bumi Selidah ini, imunisasi ganda sudah lama dilaksanakan, bahkan sebelum pandemi Covid-19. Jadwalnya pemberian imunisasi di posyandu akan dilaksanakan setiap satu bulan sekali dan di Puskesmas satu minggu sekali.

Di ruang imunisasi itu, tangis Muhammad Syafiq Alfarizqi, pecah pada pertengahan Februari 2023 tadi, suaranya menggema hingga ke pelbagai ruangan di UPT Puskesmas Marabahan. Dina menyuntikkan imunisasi ganda kepada Syafiq. itu adalah jadwal imunisasi yang kedua kalinya, saat Syafiq berumur 3 bulan.

Happy, orangtua Syafiq, memang rutin membawa anaknya untuk diimunisasi, sejak umur anaknya itu berusia dua bulan. Syafiq menghirup udara ke dunia pada 5 Oktober 2022. Jika pergi ke UPT Puskesmas Marabahan, ia selalu pergi lebih awal sekitar pukul 09.00 Wita, alasannya jika pukul 11.00 Wita antrean untuk kartu umum biasa tutup di Puskesmas lebih awal. Tidak pernah lupa dia juga membawa buku berwarna pink, itu adalah Buku Kesehatan Ibu dan Anak.

“Biasanya kalau ke Puskesmas itu selalu pukul 09.00, saat anak saya sudah tidur pagi,” kata warga Kelurahan Ulu Benteng ini.

Happy bersedia jika anaknya diimunisasi ganda, dia tidak pernah ragu jika imunisasi itu suatu saat akan menimbulkan efek samping berlebih. Sebelum membawa buah hatinya untuk diimunisasi, dia cermat membaca dan mengikuti panduan di buku kesehatan ibu dan anak, terlebih Dina, Sub Koordinator Imunisasi itu juga meyakinkan tidak pernah ditemui efek samping yang serius setelah anak diimunisasi.

“Awalnya saya tahu imunisasi ganda dari buku pink itu, petugas imunisasi juga menjelaskan itu aman. Saya ya ikut apa yang dianjurkan pemerintah saja, apa yang dianjurkan itu berarti sebelumnya pasti sudah diuji dan ada manfaatnya,” jelas dia.

Happy jujur, jika setelah dilakukan imunisasi ganda, suhu tubuh anak keduanya itu naik pada malam hari, di bagian yang disuntik juga didapati sedikit bengkak. Namun itu diakuinya tidak berlangsung lama.

“Ya bengkak sedikit habis disuntik, tapi itu mungkin wajar ya. Terus malamnya anak demam, namun setelah diberi obat penurun panas yang sudah dianjurkan oleh pihak Puskesmas biasanya besoknya langsung normal kembali suhu tubuh anak saya,” jelas dia.

Hingga saat ini, dalam perjalanannya imunisasi ganda di Batola memang tidak sepenuhnya berjalan mulus, alasan umumnya adalah meyakinkan para orangtua yang anaknya akan disuntik dua kali memang memiliki tantangan tersendiri bagi para petugas kesehatan.

Orangtua terkadang memiliki kekuatiran berlebih, imunisasi ganda akan menimbulkan efek samping panas yang bertambah, padahal faktanya belum pernah sama sekali ditemui efek samping semacam itu terjadi, terlebih di Kabupaten Barito Kuala.

“Orangtua memang sering khawatir ada efek samping panas yang bertambah pada anaknya jika disuntik dua kali, padahal tidak pernah ada ditemui selama ini. Imunisasi ganda terbukti aman.” ujar Nabiatun Naziran, Sub Koordinator Surveilans dan Imunisasi, Dinas Kesehatan Batola meyakinkan.

“Kami selalu memberikan edukasi dan sosialisasi kepada orangtua yang datang ke pelayanan kesehatan, selain di Marabahan, Alhamdulillah sudah imunisasi ganda kita terapkan juga baru-baru ini di kecamatan, lain seperti di Belawang,” akunya, pada Minggu 30 April 2023.

Sebelum diimunisasi ganda petugas kesehatan wajib memberitahukan bahwa mungkin akan sedikit lebih sakit pada imunisasi ganda. Namun petugas juga menjelaskan bahwa sakit atau merasa tidak nyaman hanya itu akan dirasakan sebentar. “Pihak puskesmas biasanya memberikan obat antinyeri pada anak,” sebutnya.

Dia menjelaskan imunisasi ganda sendiri memiliki sejumlah manfaat, seperti memberikan proteksi lebih dari satu jenis penyakit. Selain pemberian suntikan ganda juga terbukti aman, efektif, efisien dan tidak meningkatkan risiko Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).

Anak merupakan kelompok rentan menderita PD3I atau penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Melalui imunisasi, anak-anak terlindungi dari penyakit-penyakit berbahaya.

“Imunisasi ganda itu kan ibarat tamengnya anak-anak terhadap penyakit, syukurnya hingga sekarang belum pernah ada ditemui penyakit semacam itu ditemui di Batola, orangtua sudah teredukasi sehingga bersedia anaknya untuk diimunisasi,” ujarnya.

Wanita yang kerap disapa Ipah ini tidak memungkiri, dalam beberapa tahun terakhir situasi pandemi Covid-19 di Barito Kuala, memengaruhi mayoritas pelayanan kesehatan, termasuk diantaranya imunisasi ganda, padahal anak-anak tetap perlu untuk mendapatkan kekebalan melalui imunisasi mengingat manfaatnya.

“Imunisasi ganda di tempat kita juga pernah terlambat waktu Covid-19, padahal imunisasi kepada anak ditekankan tetap penting diberikan meski di tengah pandemi waktu itu, dengan catatan protokol kesehatan tetap diutamakan,” ungkap dia.(MP/Rils/ KK/Kominfo)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *