oleh

Rencana Pembangunan Kantor Bupati Terpadu Meski Mendapat Dukungan Tetapi Dituai Kritik

Pelaihari,  mediapublik.net

                Bertempat di Balairung Pelaihari , Pemkab. Tanah Laut  Kamis (24/7) menggelar  Ekspos rencana pembangunan gedung baru Kantor Bupati Terpadu dengan empat Nara Sumber dari Bupati Tala dan BAPPENAS yang dikuti oleh berbagai kepala SKPD , kalangan kelembagaan, dan unsur rakyat lainnya.

                Dalam keterangannya  Sekda Tala sebagai Moderator  Memaparkan alasan yang sama dengan Bupati Tala Sukamta  pembangunan Kantor  Bupati  baru ini didasari oleh kurang layak lagi dipakai sebagai tempat pelayanan pemerintahan, karena para pegawai , ruangan para pejabat ditempati dalam ukuran yang kecil dan berdesakan.

                Selain itu dengan membangun gedung baru demi memudahkan pelayanan yang tersentral  serta akan menguntungkan   dalam penghematan anggaran dalam perawatan pemeliharaan karena dijamin Kerjasama Pemerintah dengan BAdan Usaha (KPBU) yakni Pengembang yang tidak lain adalah Badan Usaha Negara yang bernaung dalam kementrian Badan Pembangunan Perencanaan Nasional (BAPPENAS).     

                Adapun sumber dana yang diperedisiksi mencapai  Rp 400 Miliaran akan diberikan oleh Penjamin Pembiayaan oleh PII  dalam jangka waktu 30 tahun. Bagaimana pengembaliannya untuk dana pinjamn tersebut maka akan dibebankan kepada anggaran daerah melalui APBD Pemkab. Tanah Laut  yang akan terpotong setiap tahunnya, ujar Sekda Tala Syahrian Nurdin.

                Sementara itu dalam dialog terbuka Sudaryana  warga Tala mengatakan mendukung pembangunan tersebut namun harus ada kejelasan lokasi gedugn Bupati baru yang akan dibangun. Kalau membangun di wilayah saat ini dengan mengorbankan Lapangan Sepak bola Pertasi Kencana maka kegiatan diarea lapangan tersebut akan hilang.

Hal sama Riduan mengatakan Kepentingan masyarakat jangan sampai  tersingkirkan , membangun kantor baru terlebih dahulu sarana olah raga Pertasi Kencana haruslah dibuatkan dahulu karena ini sarana publik untuk kesehatan , sarana masyarakat harus lebih diutamakan.

Kemudian ujar Politikus GOLKAR ini  menyarankan agar pihak DPRD Tala ikut terlibat dalam pembangunan tersebut , bagaimanapun DPRD adalah respsentasi dari masyarakat.

                Anggota DPRD Tala Arkani berkomentar pembangunan gedung baru itu harus melalui pengkajian yang mendalam komprehensif . Lebih dalam dipertanyakan apakah pembangunan ini termasuk skala prioritas.

Adanya  infrastruktur pembangunan  yang dipaparkan Nara Sumber BAPPENAS dalam rujukan regulasi Peraturan sebagai dasar pembangunan ,  tak menyebutkan keberadaan pembangunan  gedung perkantoran sebagai  payung hukumnya. Untuk itu harus diperjelas.

                Dari suara rakyat sumber mediapublik.net  relawan Peduli Rakyat mengatakan hendaknya sebelum melakukan pembangunan gedung baru bupati lebih baik prioritaskan pembangunan dibidang pendidikan dan kesehatan, karena  mana masih banyak yang terlantar belum mendapatkan fasilitasi dari pemerintah daerah.

                Sukamta Bupati Tanah laut secara lantang mengatakan dengan beban pembiayaan tersebut itu tak akan mengganggu anggaran disetiap SKPD . Sedangkan tergusurnya lapangan olah raga  Pertasi Kencana , Kamta berjanji untuk menggantikannya .

                Ditambahkannya area pembangunan yang memasuki wilayah pertasi kencana  hanya sebagian yang dipakai karena ada area yang bisa dimanfaatkan menuju perumahan gagas permai. Sehingga pembangunan kantor Bupati baru  itu tak akan merobohkan kantor yang ada.

                Lapangan masih ada, yang bisa dimanfaatkan untuk sepak bola usia anak KU 10 tahun. Masih ada juga untuk halaman, tribun. Dan itu akan didesign dalam paket memperindah keberadaan gedung baru tersebut.  

                Mohon  dukungan agar kita bisa satu visi dalam membangun tertata kota dengan baik. Birokrasi bisa focus kerja, ini juga bagian  dari menata kota, bagian dari keindahan kota ini jadi misi kita termasuk dalam reformasi birokrasi ujar Kamta.

                Dalam pembangunan kantor ini taka akan mengganggu APBD,  hebatnya pelayanan perawatan pemeliharaan akan dijamin oleh KPBU dengan biaya yang ringan dan 2020 akan dimulai perencanaan pembangunan ujar Sukamta.

                Sempitnya waktu dialog sebagian undangan menyayangkan ruang dialog tidak terbuka lebar hanya 1 sesiaon 4 orang penanya yang berkesempatan untuk memberikan tanggapan. Padahal masih banyak yang ingin mengetahui masalah  berkenaan dengan ekspos pembangunan gedung bupati baru tersebut. (MP)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.