KESEHATAN

Dinkes Kalsel Godok Rancangan Bantuan  Untuk  Ulama & Orang Sakit Jiwa
By: On:

Dinkes Kalsel Godok Rancangan Bantuan Untuk Ulama & Orang Sakit Jiwa

Banjarmasin, mediapublik.net

Untuk pertama kalinya sepanjang masa Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel)  Gubernur Kalsel  H. Sahbirin Noor  meminta kepada Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel untuk membuat Rancangan bantuan  daerah yang diberikan pada tokoh agama  dan orang Sakit Jiwa.

Hal ini diakui Kepala Dinas Provinsi Kalimantan Selatan H.M. Muslin, SKM. M.Kes dikantornya jalan Belitung Banjarmasin Senin (3/5) bahwa saat ini dalam upaya memberikan perhatian serius pada tokoh agama dan sakit jiwa kami telah melakukan pengembangan kegiatan dengan  melakukan penggodokan tentang  pedoman pelaksanaan dengan peraturan Gubernur rencana pemberian bantuan biaya gratis kesehatan  tersebut.

Jika sudah selesai penyusunan tentang pembiayaan bantuan untuk ulama dan sakit jiwa tersebut maka pada tahun 2019 semoga bisa teranggarkan dan terealisasi ujar laki-laki murah senyum ini.

Disisi lain juga saat ini utamanya kita juga  masih memperhatikan masyarakat miskin tidak mampu serta integrasi rakyat miskin yang belum tercover ditahun sebelumnya untuk diberikan bantuan kesehatan secara gratis dimana anggaran itu sudah terlebih dahulu disiapkan tahun 2018 ini sejumlah Rp 14 Miliar.

Anggaran itu tetap mencukupi, bahkan kalau kebutuhan yang dianggarkan masih kurang kita tetap siap untuk membiayainya dilingkup rakyat Kalsel Ujar Muslim.

Untuk kekurangan data penerima bantuan kita terus lakukan croos cek dengan Dinas Sosial Pemvrop Kalsel  yang bertugas memberikan data itu terutama terkait dengan data  JamkesProv  kita sudah siapkan dananya. Dan bagi daerah kita lakukan dana sharing.

Bagi orang miskin yang tidak terdata dari Institusi lain tidak tercover dalam BPJS tetap didata saat ini ada sekitar 21.000 penerima bantuan Jamkesprov Dinkes Kalsel tetap kita bayarkan melalui dana BPJS di tahun 2018. (Daus)

 

 

Raker Kesda Rekomendasikan Sinergitas  Kabupaten Kota Dengan Provinsi
By: On:

Raker Kesda Rekomendasikan Sinergitas Kabupaten Kota Dengan Provinsi

Banjarmasin, Media Publik

Bergerak Sinergi Kebijakan Pemprov dan Kab/Kota untuk mewujudkan Universitas Health Coverage ( UHC) melalui eliminasi TBC, penurunan stunting dan peningkatan cakupan serta mutu imunisasi menuju kalsel sehat adalah thema yang dipilih dalam rangaka Rapat Kerja Kesehatan Daerah Kamis (5/4).

Dengan mengambil tempat Raker Hotel RattanInn Jalan A. Yani Km 5 Banjarmasin diisi dengan Bazar Puluhan   stan kesehatan kegiatan ini menjadi lebih bermakna apalagi dengan hadirnya Gubernur Kalsel dan Menteri Kesehatan RI  Prof. Dr. dr. Nila Farid Moeloek, Sp.M (K)

Kepala Dinas Kesehatan Kalsel Muslim, SKM mengatakan  percepatan  terhadap eleminasi TBC,  penurunan stunting,  peningkatan cakupan mutu dari imunisasi, yang dikombinasikan dengan  rencana aksi daerah berupa dokumen secara detil dibuat oleh Kabupaten Kota  untuk menindak lanjuti pada tiga hal itu  mulai dari target siapa yang terlibat, aksi yang dilakukan  apa saja itu akan tertuang dalam aksi daerah pada Raker Kesda ini .

Pemantauan gizi setiap tahun dilakukan setahun sekali , melakukan upaya bagaimana perbaikan gizi melalui kehamilan samapi usia 2 tahun atau  1000  hari pertama kehidupan itulah yang terus dipantau melalui rutin pemeriksaan, asupan gizi menjadi topik bahasan dalam Raker ini.

Ditambahkannya Usai saat melahirkan ada program menyusui yang kita pantau. Susu pemberian Air susu Ibu (ASI)  6 bulan setelah itu diberikan makan pendamping ASI  ini yang diberikan , menariknya Gubernur Kalsel Sahbirin Noor  mengajak melakukan asupan gizi itu melalui turun kedesa , dimana dijid 4 kemaren Gubernur secara langsung memberikan penyuluhan penyuluhan manfaat ASI kepada ibu hamil dan ibu menyusui .

Adapun desa yang dikunjungi paman Birin didaerah terpencil  tour kedesa selama 6 hari. Dimulai Kab. Banjar ke Tanbu sampai dengan Tapin  Gubernur dengan senang  bisa memberikan penjelasan tentang bagaimana cara perbaikan gizi bagi masyarakat..

Disinggung Rekomendasi hasil Raker Kesda, menurut Kepala Dinas yang ramah dengan wartawan ini adalah  mensinergikan mengkordinasian mensinkronkan antar program d Provinsi di UPT2 Pusat Kemenkes seperti BPTKL, Balai Kesehatan Litbang di Tanbu, LPFK, KKP, POLTIKES  bersinergi untuk mengintegrasikan kegiatan pembangunan di Kalsel .

Komitmennya pada bualan April akan meluncurkan hal teknis yang bisa dilakukan diantaranya POLTIKES mereka memiliki mahasiswa Dosen untuk  melakukan pembinaan 1 family 1 tim, yukas Muslim.

Gubernur Kalsel  H. Sahbirin Noor mengatakan inilah yang lagi kita perjuangkan melewati rakerda hari ini yang dilakukan oleh dari Dinas Kesehatan Kalimantan selatan.,  Stunting ini adalah salah satu jadi perhatian kita untuk kita atasi.

Mudah-mudahan kedepan bisa lebih baik lagi. Kebersihan itu adalah sebagian dari iman. Kesehatan itu berawal dari kebersihan, kalau kita bisa menjaga lingkungan bersih Insyallah kita akan sehat. Yang jelas kita ingin masyarakat kalsel menjadi sehat kita ingin masyarakat kalsel ingin berobat mendapat pelayanan yang paling terbaik dari orang-orang kita yang bertugas di dinas kesehatan.

Seluruh SKPD atau pihak terkait memberikan pelayanan penuh terhadap masyarakat kalsel. Untuk menjadikan provinsi kalsel menjadi provinsi kota yang sehat dalam kegiatan ini kita harus bisa sinergitas dalam menjalankan fungsinya. Tetapi kita tidak bisa bekerja sendiri, dalam hal ini harus bisa bekerja sama dalam hal dari kementerian kesehatan RI yang ikut mendukung.

Menkes RI  Prof. Dr. dr. Nila Farid Moeloek, Sp.M (K) mengatakan karena kesehatan itu berposisi pada hilir, maka membangun kesehatan itu jangan menunggu sakit. Kesehatan dipengaruhi lingkungan, akses transportasi dan perilaku masyarakat.

Sementaran Kepala Dinas Kesehatan Tanah Laut Junaidi, SKM sebagai peserta dalam Raker Kesda mengatakan kalau acara ini  merupakan kegiatan rutin tahunan  dalam rangka mensinergikan kegiatan daerah dengan  Provinsi Kalsel. Manfaat dari Rakerda ini bisa mengatasi masalah kesehatan anatar Kabupaten Kota secara bersama dalam peningkatan cakupan ketuntasan kesehatan.

Sukamto Sekretaris Dinas Dinkes kalselselaku Ketua Panlak  mengatakan  sinkrosisasi pembangunan kesehatan mulai dari  pemerintah pusat hingga provinsi/kabupaten/kota di kalsel. Sehingga kelanjutan rakernas yang diadakan 2 minggu lalu  akan lebih memaksimalkan lagi rencana kegiatan kita sampai tingkat profesional tingkat puskesmas .

Tentunya ini lebih memantapkan lagi dari dinas kesehatan dan  dukungan dari lintas sektor terkait yang  melibatkan Kepala BAPPEDA Camat Lurah atau yang mewakili disini. (Albi Daus)

RSUD Ulin Kasih Info Melalui Website
By: On:

RSUD Ulin Kasih Info Melalui Website

 

Banjarmasin, mediapublik.net

Meningkatkan serta menjawab keluhan dalam pelayanan,  RSUD Ulin milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan di Banjarmasin Rabu (1/11) melaunching situs online  website rsuulin.kalselprov.go.id. di Banjarmasin.

Menurut  Dr Suciati Direktur RSUD Ulin Banjarmasin, melalui situs ini Institusinya sudah  membangun keterbukaan sistem demi meningkatkan kinerja layanan yang profesional, serta mempermudah dalam hal pengolahan data dan informasi ke publik

Lewat portal ini, tentu akan mempermudah pencarian data dan penyajian informasi yang diperlukan publik, memberikan informasi dan laporan yang cepat kepada pimpinan dan pihak lainnya, menuju layanan kesehatan yang mudah cepat dan transparan. Begitu juga ujar

Dr Suciati yang mulai ramah dengan wartawan ini mengatakan  lewat situs ini masyarakat juga bisa melakukan saran dan masukan tentang pelayanan rumah sakit.

“Jadi apa-apa yang di dalam rumah sakit dengan web site tadi itu masyarakat yang bisa bisa tahu. Jika kalau ada yang kurang jelas bisa menanyakan dan menulis di websiteulin namanya dan permasalahan yang ditanyakan.” katanya.

Masyarakat yang belum tahu tentang RSUD Ulin bisa dilihat di website ini. tentang pelayanan, kondisi rumah sakit, jadwal kegiatan dan fasilitas-fasilitas yang kita miliki dan kalau ada pertanyaan ada bisa ditanyakan di kolom website ini mengenai pengaduan.

“Yang jelas masyarakat lebih tahu tentang rumah sakit sebaliknya rumah sakit mengetahui kekurangan-kekurangannya dengan sarana dan permasalahan di sampaikan tadi. Jadi harus intropeksi jadi kita tahu apa yang diperlukan oleh masyarakat yang kurang di rumah sakit ini jadi kita lebih bisa berbenah untuk lebih baik lagi,” katanya.

Untuk menyebarkan informasi ini RSUD Ulin sudah berupaya menyebarkan melalui leflet, banner, sosialisasi-sosialisasi di pertemuan seperti dengan jumpa pers dengan media,, apel , spanduk dan juga melalui sosial media seperti telegram , watchapp.  (MP/Rel/IB)

Fadil Pengidap “Hydrocephalus” Orang tuanya Tak Punya Biaya
By: On:

Fadil Pengidap “Hydrocephalus” Orang tuanya Tak Punya Biaya

Air mata Sali seketika mengalir ketika sejumlah wartawan menemuinya di ruang perawatan RSUD Muara Teweh, Kab. Barito Utara, Kamis (2/6/2017).

Wanita berusia 42 tahun asal Desa Teweh Baru, Kecamatan Muara Teweh, Barito Utara, itu menatap iba sang buah hatinya, Muhammad Fadil, yang terbaring tanpa baju di atas ranjang.

Bayi malang hasil pernikahannya dengan Fredi itu divonis menderita penyakit hydrocephalus oleh dokter sejak usianya masih hitungan minggu.

Kepala Fadil membengkak sebesar bola basket akibat gangguan aliran cairan di dalam otak. Penyakit yang terjadi akibat gangguan aliran cairan di dalam otak (cairan serebro spinal) atau akumulasi cairan serebrospinal dalam ventrikel serebral, ruang subarachnoid, atau ruang subdural. Gangguan itu menyebabkan cairan tersebut bertambah banyak yang selanjutnya akan menekan jaringan otak di sekitarnya, khususnya pusat-pusat saraf yang vital.

Semakin hari, cairan di kepala Fadil bertambah banyak. Bayi mungil berusia 9 bulan itu tak henti-hentinya menangis, menahan rasa sakit luar biasa.

Ketika hendak diajak bicara oleh wartawan, Sali tak kuasa bertutur kata. Perlahan, air matanya membasahi pipi tanpa bisa ditahan.

Kesedihannya tak terbendung karena sudah 10 hari terakhir Fadil belum menunjukkan tanda-tanda membaik.

Sang ayah, Fredi, menuturkan, anak keduanya ini lahir dengan jalan operasi karena kondisi istrinya sangat lemah waktu itu.

Seusai kelahiran, hari-hari Fadil awalnya biasa saja, tidak ada tanda-tanda kelainan.

Memasuki usia satu bulan ke atas, gejala pembengkakan pada kepada anaknya mulai terlihat. Ketika itu, Wildan mulai sering menangis pada malam hari karena kesakitan.

Bermodal kartu berobat Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) dari pemerintah, Fredi yang bekerja serabutan ini beberapa kali memeriksakan kondisi Fadil ke dokter dan rumah sakit.

“Saya sudah tidak ingat berapa kali membawa Fadil ke dokter dan rumah sakit. Dalam minggu ini saja sudah 3 sampai 4 kali,” tutur Fredi.

Kini kondisi Fadil kian memburuk. Hasil pemeriksaan terakhir, Fadil harus dirujuk ke Rumah Sakit. Ia harus dioperasi untuk mengeluarkan cairan dalam kepalanya.

Apa hendak dikata, Sali dan Fredi tergolong warga miskin. Mereka tak memiliki biaya untuk berobat lanjutan. Upaya membawa Fadil ke RS tidak lagi terpenuhi.

“Fadil sudah dua kali dibawa ke Rumah Sakit, sekarang untuk ketiga kalinya diminta lagi dirujuk. Kami sudah tidak punya biaya apa-apa lagi karena habis pengobatan sebelumnya,” kata Fredi.

Kini suami-istri tersbeut hanya bisa pasrah dan berharap mukjizat dari Tuhan untuk kesembuhan Fadil. Abdullah akan sangat bersyukur bila ada dermawan yang bermurah hati mau membantu biaya pengobatan anaknya.

“Kami pasrah dan berserah diri kalau Allah berkehendak untuk mengambil nyawa Fadil karena sudah berusaha maksimal untuk kesembuhannya,” ujar Fredi tak kuasa menahan sedih (RN/MP)

HARI ESOK TANPA ROKOK
By: On:

HARI ESOK TANPA ROKOK

 

Diskusi, makalah, tulisan dan seminar tentang bahaya asap rokok sudah banyak. Slogan yang asalnya ‘merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi dan gangguan kehamilan’ kini hadir dengan bahasa yang lebih tajam dan tegas‘Rokok Membunuhmu’. Berbagai cara pemerintah dari tahun ke tahun untuk meminimalisir jumlah angka perokok telah dilakukan. Justru 30 tahun terakhir menurut The Institute for Health Metrics and Evaluation (IMHE) di perkirakan sebanyak 52 juta orang mengkonsumsi rokok di Indonesia[1]. Dengan demikian, konsumsi rokok masyarakat Indonesia juga ‘menyumbang masalah’ kesehatan global.

Tulisan ini bukan karangan ‘karya ilmiah’. Tapi saya akan bercerita latar belakang saya memutuskan berhenti merokok. Pernah tiga kali saya berhenti merokok karena disuruh pacar, dan ujung-ujungnya saya kembali lagi kepusaran ‘asap rokok’. Dan terakhir saya berhenti karena dada saya benar-benar sakit, bahkan saat bernapas biasa pun dada saya tetap sakit. Dan saya tidak memutuskan untuk pergi ke dokter waktu itu, toh saya bakalan tahu penyebabnya itu karena rokok.Saya hanya diam dikamar dan mengatur napas sepelan mungkin.

 

Candu Rokok

Seingat saya pertama kali menghisap rokok waktu kelas 4 SD. Hisapan pertama, membuat saya tidak bisa tidur semalaman karena kepala pusing (suhu tubuh saya mendadak panas dengan disertai flu dan batuk-batuk), malam yang petaka bagi saya, mengapa tidak, saya harus jalan kaki ke rumah (kebetulan saya dirumah tetangga yang jaraknya cukup jauh) sambil sempoyongan mirip orang mabuk.

Setelah melewati malam yang maha berat itu, barulah merokok menjadi bagian dari hidup saya, merokok menjadi pendukung penampilan agar terlihat cool dan merokok dapat menambah keakraban dengan teman. Pikir saya.

Kalau diingat waktu itu, 11 tahun yang lalu, ketika teman-teman saya mengajak untuk merokok, biasanya kami sering sembunyi-sembunyi seperti di gudang tua, WC sekolah, belakang kelas dan tempat yang sulit dijangkau orang lain.

Bahkan, dulu saya cukup bangga menjadi perokok, meski orang-orang kampung mengklasifikasikan kami sebagai golongan anak nakal. Bapak-Ibu saya habis-habisan marah karena tahu saya merokok “Kecil-kecil sudah merokok, mau jadi apa kamu nanti, hah!” Kata Bapak. “Gak usah lagi dikasih uang jajan” Timpal Ibu. Tapi saya tak ambil pusing, saya tetap istiqamah merokok waktu itu bersama temen. Sewaktu MTs (kalau tidak salah kelas dua), saya juga mempunyai pengalaman tentang rokok. Ya, waktu itu saya ketahuan guru merokok, saya dan teman-teman dihukum dihalaman kelas sambil hormat ke bendera, tidak hanya itu, sepatu kami dilepas dan dijadikan dasi. Benar-benar memalukan, tapi lagi-lagi kami tidak jera untuk berhenti merokok (Wajarlah, disekolah kami memang ketat dengan yang namanya rokok).

 

Lanjut ke SMA, saya juga banyak hutang gara-gara rokok. Kelas dua SMA, terbersit untuk berhenti merokok, dan cuma bertahan seminggu. Kelas tiga SMA, terbersit lagi dalam hati untuk berhenti merokok dan bertahan sampai tiga bulan lalu kembali merokok lagi sampai lulus.

Masuk perguruan tinggi saya masih dalam keadaan pecandu rokok. Setelah pencarian bertahun-tahun untuk tidak merokok lagi tanpa kegagalan, sampailah saya dihari Selasa bulan Februari tahun 2014. Hari ketika beberapa batang rokok yang ada tidak berarti apa-apa dalam hidup. Hari dimana dada saya sakitnya luar biasa (lihat pragraf dua diatas). Lalu ada dorongan kuat untuk benar-benar insaf dari rokok meski beberapa kali gagal terus seperti sebelumnya.

Langkah pertama saya adalah tidak lagi membeli satu bungkus, tapi beli eceran. Sehari biasanya saya habiskan 3 batang saja, aktifitas itu saya jalani sampai tiga bulan. Langkah kedua saya coba berpikir ulang “Bagaimana kalau coba sehari 2 batang” dan Alhamdulillah berhasil lagi sampai 2 bulan lamanya. Barulah langkah ketiga saya berhenti total dari merokok. Dan ingat, cobaan untuk kembali merokok itu pasti ada, tapi kembali lagi pada komitmen dan kesadaran diri sendiri. Saya selalu berpikir, bagaimana kalau saya tetap merokok dan anak-anak nanti akan mencontoh siapa untuk tidak merokok? Bukankah berhenti merokok itu demi anak-cucu agar ada panutan?

 picoftheday0010-smoking-facts2

Efek Berhenti Merokok

Karena saya banyak bercerita mengenai proses saya merokok hingga berhenti total, saya jadi lupa cerita efek dari berhenti merokok. Jika waktu sekolah saya berhenti merokok, palingan efek sampingnya cuma flu dan nafsu makan diminggu kedua terpacu tinggi. Tapi saat berhenti merokok total diwaktu kuliah, kepala saya tiba-tiba migran, padahal sebelumnya saya tidak pernah ngalamin yang namanya sakit kepala sebelah. Pernah kejadian migran diruang kelas (kampus) dengan mata berkunang-kunang sampai nangis saking sakitnya nahan sakit kepala sebelah tanpa mendengarkan penjelasan dosen selain menyandarkan kepala ke kursi.

Akhirnya, akibat kejadian itu, kemana-mana saya selalu sedia obat migran. Anehnya, dua minggu selanjutnya migran itu tidak datang-datang. Waktu itu, berat badan mulai naik dan tidur pun teratur “mungkin ini akibat tidak merokok” tebak saya.

Pada suatu pagi di kost-kostan, saya dibangunin teman kost, Ali Makki, spontan saya bergegas kekamar mandi karena hari itu saya bagian persentasi makalah. Tapi waktu itu, Alamaaakk!!!! Kepala seperti dijatuhi atap rumah disertai otok-otok leher yang begitu panas, sampai saya harus tiarap kembali ke karpet kost. Mata saya kembali kunang-kunang dan berat rasanya dibuka, isi kepala rasanya kacau dan sulit dikendalikan.

Untungnya, teman saya, Ali tidak terlalu jauh dari tempat tidur saya, saya minta tolong dia ambilkan obat dalam tas kecil. Dia ambilkan dan sekalian saya memintanya untuk pijetin leher dan kepala saya karena kesakitan.

Hampir 20 menit terkapar dikarpet, barulah beratnya kepala berkurang. Dengan sangat hati-hati, saya coba angkat kepala, saya minta Ali untuk membuatkan surat izin untuk tidak masuk kuliah. Seharian saya hanya berbaring didalam kost. Rapat redaksi saya tidak bisa memimpin dan saya suruh sekretaris untuk memimpin rapat.

Dua hari kemudian saya tahu dari teman kalau sakitku itu merupakan serangan vertigo. Katanya, paling cepat tiga hari dan paling lama seminggu. Empat hari kemudian kepala saya masih terasa berat meski berkurang, berjalan pun harus hati-hati, sebab kalau kepala terguncang hebat langsung sakit dan maunya langsung berbaring saja.

 

Saya ambil hp Nokia X2 saya, masuk di Opera Mini, cari di internet “Cara mengobati penyakit vertigo”. Saya baca, menurutnya, cara bangun penderita vertigo buka sedikit-sedikit. Lanjut dengan merasakan otok kepala lalu mengambil posisi bangun agak miring dengan kepala sedikit menunduk. Jadi, saya berlajar otodidak gitu.

Alhamdulillah, setelah 15 hari menjaga tubuh dari serangan vertigo, penyakit ini akhirnya pergi entah kemana. Tapi yang jelas, penyakit migran dan vertigo yang menyerang saya adalah efek ketika seseorang memutuskan berhenti total dari rokok.

 

Terakhir..

Di akhir cerita ini, saya tutup dengan kata-kata bijak teman saya saat diskusi malam di Pasar Lama, dia bilang “Jika menghisap sebatang rokok tidak membawa suatu apa selain hal yang percuma, maka menghisap dua batang adalah kesalahan yang disengaja. Kesalahan inilah yang terus terulang dari setiap batang sampai habis sebungkus dan menjadi pekerjaan yang membodohkan. Sebab, hanya orang bodoh yang terus mengulang-ngulang kesalahannya tanpa mau mengubahnya. Oleh karena itu saya berhenti merokok ketimbang dibodohi dan terus dibodohi diri sendiri. Disitulah saya bisa merawat hari esok dengan tanpa rokok, supaya kelak kita melihat anak-cucu kita tersenyum” (Moh Mahfud)

 

RSUD HM Ansari Saleh  Menuju Green Hospital
By: On:

RSUD HM Ansari Saleh Menuju Green Hospital

Banjarmasin, mediapublik.net

RSUD H. Moch. Ansari Saleh   Banjarmasin merupakan satu-satunya  yang mendapat peringkat biru secara nasional oleh Menteri KLH pada penilaian Program Peringkat (Proper) Kinerja Perusahaan . Bahkan  Satu-satu nya SKPD  yakni RSUD  yang diajukan kenasional  menuju proper hijau.

Terkait terhadap penilaian ada 5 gred berdasarkan peraturan , yakni gold, hijau, biru, merah, hitam. Predikat hitam provernya buruk berati tak mengelola lingkungan dengan baik, kalau tidak melakukan satu saja peraturan yang tidak diikuti maka predikat merah.

Predikat  biru yang diraih Rumah Sakit Ansari Saleh Provinsi kalsel ini  dikarenakan dapat melaksanakan  pengelolaan lingkungan sesuai dengan ketentuan dan peraturan perundang-undangan, antara lain  memiliki Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) dan Incinerator  (tempat pengolahan limbah) B3 (bahan berbahaya  beracun).

Sementara peringkat hijau dan emas artinya Perusahaan tersebut sudah sesuai dengan standar pengelolaan lingkungan dan pengembangan serta pemberdayaan masyarakat.

Dalam upaya menuju Rumah Sakit Green Hospital untuk mendapatkan peringkat hijau maka harus  mampu melakukan   mengurangi limbah (reduce),  mendaur ulang limbah (resicle),   menggunakan kembali limbah itu (resauce) , ujar Wakil  Direktur Penunjang RSUD HM Ansari Saleh H. Agussalim Mooduto.

Mengurangi  limbah itu adalah yang paling baik . karenanya setiap ruang  diadakan tempat IPAL (Pengelolaan air limbah) dan selanjutnya akan disalurkan masing-masing  ipal  tersebut masuk ke IPAL Induk sehingga buangan keluar air lebih aman. Kalaupun dipakai air limbah itu masih bisa dimanfaatkan seperti menyiram tanaman dan lainnya.

Untuk menuju Green Hospital tahun ini RSUD Ansari Saleh  akan membuat IPAL dimasing-masing Ruangan yakni  pada Ruang OK, Laboratorim,  Radiologi dan pendukung lainnya.

Selain itu membuat Bank Sampah dimana sampah rumah tangga dan medis dipisah. Melakukan Penyuluhan Masyarakat  setiap hari digalakan agar pengunjung menyadari pentingnya kebersihan kesehatan.   Melakukan pengelolaan lingkungan dengan benar dan baik sesuai dengan peraturan. Dengan demikian  Rumah Sakit yang memiliki lahan luas ini diharapkan dapat meningkatkan Predikatnya untuk mendapatkan Green Hospital. (Mahdi)

Pembangunan Puskesmas S.  Parman Lancar
By: On:

Pembangunan Puskesmas S. Parman Lancar

Banjarmasin, mediapublik.net

Kabid PSDK Dinas Kesehatan Pemerintah Kota Banjarmasin Nazwa Adiba  mengatakan  pembangunan Puskesmas S. Parman dengan kontruksi 3 lantai di Kelurahan pasar lama Banjarmasin Tengah berjalan lancar.

Dalam pekerjaan tak ada ditemui kendala  yang mengganggu didalam pelaksanaan  kegiatan , diharapkan bangunan tersebut dapat segera terselesaikan sehingga pelayanan terhadap publik  tentunya menambah kenyamanan bagi  masyarakat dalam memberikan pelayanan kesehatan, ujar Nazwa disampaikannya pada Koran Media Publik (25/8) di Banjarmasin.

Kami gembira terhadap Kontraktor pelaksana PT Sestra Jendra terlihat komunikatif dalam melakukan koordinasi atas keberlangsungan jalannya pekerjaan tersebut. Karenanya Kami yakin bangunan tersebut akan diselesaikan tepat waktu pada kontrak yang berakhir 16 Desember 2016.

Disinggung bangunan terdahulu masih layak untuk dipakai, menurut wanita yang ramah dengan wartawan ini, dibantahnya kalau bangunan tersebut memang tak bisa lagi difungsikan karena akan membahayakan bagi pengguna dan pengunjung yang datang ke Puskesmas tersebut disamping umur dari bangunan tersebut terbilang sudah lama.

Ditambahkannya untuk penghapusan asset bangunan itu sudah dilaporkan ke bagian Asset Pemko Banjarmasin. Bahkan bahan bangunan yang telah dibongkarpun telah dikembalikan juga. (MP)

Kanker serviks Musuh Dalam Selimut.
By: On:

Kanker serviks Musuh Dalam Selimut.

Kanker serviks Musuh Dalam Selimut.

Tanah Bumbu –
Kanker serviks merupakan musuh dalam selimut dan terus mengancam kesehatan kaum wanita. Bahkan penyakit ini sulit sekali terdeteksi, parahnya lagi telah mencapai stadium akhir.

Demikian diungkap Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Andi Abdurahman Noor Tanah Bumbu, Drg. Hery Darmawan, SKM saat memberikan sambutan dalam acara Deteksi Dini Kanker Leher Rahim dengan pemeriksaan Papsmear yang digelar di RSUD dr. Andi Abdurrahman Noor, Kamis (28/04/16).

“Pada tahap awal Kanker serviks tidak menimbulkan tanda gejala, jadi perempuan dapat terkena Kankers Serviks tanpa diketahuinya, untuk itu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan deteksi dini melalui Papsmears dan IVA,“ katanya.

Harry Darmawan manambahkan, Deteksi Dini merupakan langkah antisipasi terhadap penyakit yang menyerang organ refroduksi wanita, dengan deteksi dini maka penanganan yang lebih baik dapat segera dilakukan sebelum menjadi Kanker ganas.

“Melalui kegiatan Papsmears hari ini cukup penting, karena memelihara kesehatan jauh lebih penting dari pada mengobati. Kondisi sakit tentu sangat menyulitkan kita semua, ketika menderita sakit tentu sangat menyulitkan kita semua dan akan menghambat segala aktifitas,” terang dia saat memberikan sambutan dihadapan kaum perempuan.

Untuk diketahui Penyakit Serviks ini termasuk penyakit pembunuh nomor satu bagi wanita di Indonesia, bahkan lanjut Herry kasus ini terus meningkat dari tahun ke tahun.

Berdasarkan catatan WHO, penyakit kanker serviks menempati peringkat teratas diantara berbagai jenis kanker yang menyebabkan kematian pada perempuan di dunia.

”Indonesia adalah merupakan Negara dengan penderita Kanker serviks tertinggi di dunia, setiap tahunnya terdeteksi lebih dari 15.000 Kasus Kanker serviks dan sekitar 8.000 kasus diantaranya berakhir dengan kematian. Sebagian besar kasus itu akibat dari keterlambatan melakukan deteksi dini,” jelasnya.

Sementara itu, Sosialisasi Deteksi Dini terhadap kanker serviks di pandu oleh dr. Anna, kemudian pemeriksaan diikuti hampir 140 kaum ibu-ibu, dan secara langsung ditinjau oleh Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Tanah Bumbu, Hj. Sadariah Sudian Noor dengan di damping para pengurus PKK lainnya. (Rdn/hum)

Permudah Pelayanan Masyarakat Miskin Melalui KASPIN
By: On:

Permudah Pelayanan Masyarakat Miskin Melalui KASPIN

Permudah Pelayanan Masyarakat Miskin Melalui KASPIN
Program Tri Dharma pembangunan pun, dilanjutkan dengan adanya Kartu Sehat dan Pintar (KASPIN) dari pemerintah daerah.Penerbitan Kartu KASPIN yang didasari dengan bukti kepemilikan Kartu Tanda Penduduk (KTP) tersebut adalah diperuntukkan bagi masyarakat miskin atau kurang mampu agar mereka mendapatkan layanan pendidikan dan kesehatan secara gratis
dari pemerintah daerah.
Dibidang kesehatan, program KASPIN dilaksanakan dengan memberikan layanan pengobatan gratis kelas tiga kepada masyarakat melalui masing-masing Puskemas dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). Termasuk juga pemberian layanan persalinan gratis bagi para ibu hamil yang ingin
melahirkan anaknya dengan cara operasi (caesar).Secara keseluruhan, program strategis pembangunan daerah baik itu Tri Dharma
Pembangunan maupun Program KASPIN, tujuanya adalah untuk meningkatkankesejahteraan masyarakat secara maksimal. Sehingga Kabupaten Tanbu kedepanya lebih memiliki kualitas Sumber Daya Manusia(SDM) yang cukup memadai demi mendorong peningkatan ekonomi masyarakat di
daerah. /TB team

RSUD Ansari Saleh Belajar ke RS Akreditasi Internasional
By: On:

RSUD Ansari Saleh Belajar ke RS Akreditasi Internasional

Batam,  Media Publik

Sejumlah Tim Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD)  Dr.H.Moch.Ansari Saleh Banjarmasin, Kamis (31/3) berangkat ke kota Batam Provinsi Kepulauan Riau untuk belajar  tata kelola perbaikan pelayanan Mutu Rumah Sakit  (RS) Awal Bros yang sudah  terakreditasi secara  Internasional .

Dipilihnya  tempat ini bukan tanpa alasan, meski RS Awal Bros adalah RS Swasta kelas B  sama dengan RSUD Dr.H.Moch.Ansari Saleh Banjarmasin yang dimiliki Pemprov Kalsel tetapi RS ini memiliki keunggulan Angiografi,MRI,ESWL (Pemecah Batu Ginjal Tanpa Operasi), Total Knee Arthroplasty, Minimally Invasive Surgery (Bedah Laparoscopy), Fakoemulsifikasi, TUR (Trans Urethral Resection), Endoscopy, Audiologi Center, USG 4D, Mammography, Audiologi Center, dan Hemodialisa.

Awal Bros Batam selalu mengutamakan mutu pelayanan yang maksimal kepada semua pasien dan sudah terakreditasi standar ISO 9001 : 2000. Pada tahun 2012 RS ini telah lulus Paripurna yang setara dengan 5 (lima) Bintang. Setiap tahun Tim KARS (Komisi Akreditasi Rumah Sakit) melaksanakan Verifikasi Akreditasi  pada RS tersebut. Sementara RS Ansari Saleh bulan November 2016, juga dilakukan verifikasi yang pertama, dimana untuk  mempersiapkan verifikasi tersebut pengetahuan yang didapatkan dari RS Awal Bros sangat diperlukan sebagai masukan bagi RS ansari yang sekarang ini memiliki status predikat Lulus Paripurna.

Sumber Koran  Media Publik mengatakan hasil pembelajaran yang didapat dari RS Awal Bros Batam banyak sekali, dengan gedung yang megah design tata ruang apik bersih, para petugas terlihat mengenakan pakaian berwarna hijau muda terkesan seakan tak berada dalam sebuah rumah sakit . Hebatnya setiap  pelayanan kepada pengunjung mereka  mengutamakan keramahan pelayanan . Wakil Direktur Penunjang RSUD Ansari Saleh Banjarmasin Agussalim Mooduto, SKM.M.Kes  saat pertemuan dengan Jajaran Pengurus RS Awal Bros menyampaikan  maksud dan tujuan kedatangan ke RS ini adalah dalam upaya pembelajaran  menambah pengetahuan demi perbaikan mutu pelayanan.

Capaian yang dilaksanakan oleh RS bergengsi termasuk dalam jajaran 450 RS terbaik didunia perolehan Predikat dari Joint Commision International  (JCI) ini  menjadi contoh bagi  RS Ansari Saleh Banjarmasin dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan kepada semua pasien, semua civitas hospitalia komitmen,menyelenggarakan pertemuan,baik berupa tindak lanjut, maupun sosialisasi dokumen dan SOP (Standar Operasional Prosedur) diadakan secara berkala dan kontinyu, ujar Agus. (Masnayanti, S.Kep, MM)