oleh

Guru di Kecamatan Kintap diberikan Bimtek Kelas Inklusi dari Kemendikbud RI

mediapublik.net, Pelaihari

  1. Arutmin Indonesia melakukan kolaborasi dengan Kementerian Pendidikan Republik Indonesia melalui Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK) Taman Kanak-kanak dan Pendidikan Luar Biasa (PLB) Bandung dan Pemerintah Kabupaten Tanah Laut melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tanah Laut (Tala).

Hasilnya  Para guru di Kecamatan Kintap mendapatkan bimbingan teknis (Bimtek) peningkatan kompetensi guru pembimbing khusus dalam penyelenggaraan pendidikan inklusif.

Kegiatan yang diikuti oleh 40 guru perwakilan dari 35 sekolah se-Kecamatan Kintap itu, resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tanah Laut (Tala) H. Zainal Abidin di SMP Negeri 2 Kintap, pada Selasa (2/11/2021).

Usai meninjau pelaksanaan bimtek di beberapa kelas SMPN 2 Kintap, Kepala Disdikbud Tala, H. Zainal Abidin turut menyampaikan apresiasi atas kerjasama yang sudah terjalin sejak tahun 2019. Pelaksanaan bimtek yang terjadwal selama empat hari kali ini diharapkan dapat memberikan dampak baik untuk kemajuan pendidikan inklusi khususnya pada daerah Kecamatan Kintap.

“Pelatihan ini untuk membantu guru mendeteksi anak berkebutuhan khusus, sehingga pelayanan yang diberikan bisa lebih baik lagi,” ujarnya.

Dijelaskan pula bahwa saat ini Anak Berkebutuhan Khusus (ABK)  diperkenankan untuk mengikuti pembelajaran di sekolah umum apabila di daerahnya belum memiliki sekolah khusus atau Sekolah Pendidikan Luar Biasa (PLB). Bimtek kepada guru disebutkan menjadi solusi agar guru semakin menguasai kelas dengan kondisi anak yang beragam.

Yudo Prakoso selaku Community Development Superintendent PT. Arutmin Indonesia Site Kintap menyebutkan bahwa Bimtek ini menjadi salah satu program sosial untuk sekolah lingkar tambang atau sekolah yang berada di lingkungan kerja pertambangan yaitu Kecamatan Kintap.

Ia berharap kegiatan rutinan setiap tahun ini dapat mendukung program pemerintahan agar seluruh siswa mendapatkan hak pendidikan yang merata. “Semoga apa yang kami lakukan ini dapat bermanfaat untuk masyarakat,” harapnya.

Diketahui lebih lanjut, Bimtek tersebut memberikan 3 materi khusus yaitu untuk menghadapi ABK yang terindikasi slow learner (kesulitan belajar), kesulitan fokus belajar, dan autisme. Terjadwal Bimtek akan dilaksanakan selama empat hari dengan narasumber langsung dari Kemendikbud RI melalui P4TK Banjarbaru. (MP/Diskominfo Tala).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.