oleh

Patroli terus dilakukan demi kenyamanan berlalulintas di Banjarmasin

mediapublik.net, Banjarmasin

Banjarmasin sebagai ibukota Kalimantan Selatan adalah kota besar dengan wilayahnya yang kecil masih dijumpai adanya “kesemrawutan” lalu lintas disertai kemacetan pada titik titik tertentu.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Banjarmasin Komisaris  Polisi  Gustaf Adolf Mamuaya, S.I.K, M.H.  saat ditemui mediapublik.net di ruang kerjanya Polres Banjarmasin  membenarkan kalau jalan yang sempit dengan jumlah kendaraan yang banyak akan ada dampak dalam kenyamanan berlalu lintas.

Meski demikian Gustaf Bersama Timnya terus melakukan patroli dan segera melakukan pengaturan jika ditemui dan  ada laporan ada arus lalulintas yang bermasalah.

Peraturan  yang  sudah ditetapkan itu harus dipatuhi. Seperti dalam penataan Lalu lintas (lalin) pada titik di persimpangan empat jalan Belitung, ketika garis lurus dijadikan tempat berhenti maka itu adalah suatu pelanggaran, memang kita pahami bersama ada beberapa titik di Banjarmasin yang jalannya sempit.

Dalam hal  penilangan electronic, CCTV yang ada  di simpang Empat Belitung  memang sempit tapi yang namanya aturan tetap harus ditegakkan kalau tidak maka haknya yang sedang menggunakan jalan pada arus yang benar akan diambil oleh orang lain.

Ini dicontohkan ketika pengguna motor membelok kiri jalan terus dalam melanjutkan perjalanan tetapi karena dipakai oleh pelintas motor lain  berhenti dijalan lurus tersebut maka itu akan menghambat lancarnya lintasan pengguna jalan yang ingin membelok.

Seyogianya kalau memang sudah  jalan terus berarti mereka tak boleh  berhenti dijalan lurus tersebut. Kalau tilang elektronik sudah diberlakukan itu  akan difoto, sekarang masih toleran. Namun demikian untuk penataan Lalin ini sebenanrya sudah lama sosialisasi seharusnya masyarakat sudah paham.

Disinggung penertiban bahu jalan yang digunakan oleh Motor, Mobil disepanjang jalan Ahmad Yani itu  sudah ditertibkan, makanya saat ini sudah tak ada lagi kendaraan parkir ditepi jalan bahkan orang berdagang pun tidak ada lagi ujar Gustaf menutup informasinya pada awak media. (Zahir)

 

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.