oleh

Wabup Tala Abdi hadiri acara Business Matching Belanja Produk Dalam Negeri

mediapublik.net, Bali

Tahun 2022 sekitar 60 %  Rp. 109 miliar Pemerintah Kabupaten Tanah Laut (Pemkab Tala) akan menggunakan   Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Dana tersebut digunakan untuk membeli Produk Dalam Negeri (PDN) sesuai surat edaran bersama (SEB) tentang Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia pada Pengadaan Barang/Jasa di Lingkungan Pemerintah Daerah.

Ini  disampaikan Wakil Bupati Tala Abdi Rahman selesai menghadiri acara Business Matching Belanja Produk Dalam Negeri Tahun 2022 dalam rangka tindak lanjut aksi afirmasi (penetapan) pembelian dan pemanfaatan produk lokal dan bagian dari Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia. Selai itu merupakan   bentuk dukungan pemerintah terhadap industri nasional.

Lebih lanjut Abdi menjelaskan, saat berada di Grand Hotel Hyatt Nusa Dua Bali. Kamis (24/3/2022) siang, kedepannya Pemkab Tala akan terus memaksimalkan penggunaan APBD untuk belanja PDN guna kepentingan pemerintah daerah dan nasional untuk memajukan UMKM lokal supaya tidak menggunakan/membeli produk dari luar negeri.

“Pemkab Tala sudah melebihi target pemerintah pusat untuk membelanjakan minimal 40 persen dari total keseluruhan APBD untuk PDN,” ucap wabup.

Abdi juga mengatakan, bahwa sebenarnya Pemkab Tala saat ini telah mendahului SEB yang sudah dikeluarkan oleh pemerintah pusat dengan meluncurkan Aplikasi Sistem Order Semua Instansi Lingkup Tanah Laut (SosiaLita) untuk memberdayakan dan mendorong Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) lokal merambah serta berkembang kedunia digital.

Dengan tetap memanfaatkan produk lokal, maka peredaran uang akan tetap berada di Tala dan membuat ekonomi masyarakat terus meningkat.

“Pemkab Tala juga akan menggunakan APBD untuk belanja di SosiaLita agar produk lokal tetap digunakan oleh pemerintah daerah,” terang wabup.

Sementara itu Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Indonesia, Luhut Binsar Panjaitan yang berhadir sekaligus menutup Business Matching menyampaikan,  lewat upaya peningkatan ekonomi, di tengah penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia saja telah mendapatkan pengakuan yang baik dari negara-negara besar.

Pemerintah Indonesia pun mendorong pemulihan aktivitas ekonomi secara cepat, bahkan rupiah bergerak stabil di tengah gejolak keuangan global. Kini lewat agenda business matching pemerintah telah berhasil mencatat sebesar Rp214,1 triliun selama tiga hari dan mendapatkan Rekor MURI.

“Terdapat pertumbuhan ekonomi rebound disertai kondisi marko ekonomi yang stabil di tengah gejolak keuangan global. Pertumbuhan ekonomi telah pulih di triwulan ke-4 kembali ke 5% (persen YoY).

Selain itu, pertumbuhan ekspor Indonesia dibandingkan sebelum Covid-19 merupakan salah satu yang terbaik, inflasinya tetap rendah dan stabil. Termasuk rupiah tetap stabil meskipun berfluktuasi di pasar keuangan global,” paparnya.

Turut berhadir Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Teten Masduki, beserta Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang atau Jasa Pemerintah (LKPP) Abdullah Azwar Anas.

Menghadirkan sekitar 1.000 peserta yang berasal dari perwakilan kementerian/lembaga, pemerintah daerah, dan industri serta para pelaku UMKM dan berlangsung pada 22-24 Maret 2022.(MP/Prokopim)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.