oleh

Septian : Humas Bank Kalsel Tak bisa sampaikan berapa kerugian Nasabah Bank Kalsel yang raib di Tabungan

mediapublik.net. Banjarmasin

Antrian Panjang untuk penarikan jumlah uang tunai di sejumlah  Anjungan ATM Banjarmasin disekitar Kayu Tangi Senin (1/7) terlihat jelas memenuhi halaman dimana ATM ditempatkan di box ATM Uniska, Bundaran Kayu Tangi , Samsat.

Kejadian ini terpicu oleh kekhawatiran nasabah Bank Kalsel yang mendengar Raibnya uang nasabah di Rekening  Tabungan akan terjadi hal yang sama pada mereka.

Mengkonfirmasi kejadian tersebut awak mediapublik.net berhasil ketemu  dengan Direktur Bisnis  Bank Kalsel Fachrudin di lokasi parkiran mobil Bank Kalsel namun beliau tak bisa menjelaskannya sembari silakan menemui  Humas Bank Kalsel.

Dengan menunggu lama mediapublik.net di ruang Humas Bank Kalsel lantai 7 ,  ternyata sang Humas  yang memberikan info tentang  raibnya uang nasabah tersebut tidak berada ditempat, menurut stafnya sedang keluar kantor.

Ditempat sama mediapublik.net berhasil menemui humas Bank Kalsel Septian secara tegopoh gopoh pada mediapublik.net Senin (1/8) sore di lantai 3 kantor Bank Kalsel Banjarmasin usai memberikan  solusi pada 2 nasabah yang tertimpa kehilangan uang saldo  mengatakan kejadian yang menimpa nasabah kehilangan saldonya Bank Kalsel siap menggantikan 100 % dengan catatan selama transaksinya itu sudah terverifikasi terbukti  skimming.

Ketika didesak apa penyebabnya dan penjelasan lanjut Septian tak dapat menjelaskannya , silakan media mencari tau sendiri maksud dari skiming tersebut. silakan cari tau karena penyebabnya itu akan diketahui  kejadiannnya seperti apa terjadi dengan berangkat dari skiming tersebut.

Skimming adalah tindakan kejahatan pencurian data pengguna ATM untuk membobol rekening. Untuk melancarkan aksi ini pelaku kejahatan menggunakan alat khusus bernama skammer yang bentuknya mirip dengan mulut slot kartu ATM.

Kemudian apakah sudah terekapitulasi siapa, berapa banyak  nasabah yang raib saldonya  pada bank kalsel, septian belum bisa menjelaskan berapa jumlah Nasabah beserta total uang nasabah yang hilang.

Sebelumnya dikutip dari wartabanjar.com  Direktur Utama Bank Kalsel, Hana Wijaya mengungkapkan, kalau kejadian tersebut baru pertama kali terjadi untuk di Bank Kalsel Sendiri. Modus skimming.

Pernyataan dari Hana Wijaya itu diragukan Dosen IT Politeknik Hasnur, Akhmad Fakhrizal Harudiansyah.

Kepada awak media  dia menjelaskan, sepengetahuannya, berdasarkan aturan Bank Indonesia per Januari 2022 semua ATM bank harus menggunaan chip, jadi bank yang masih menggunkan ATM magnetik harus dirubah ke chip.

“Karena ATM chip itu susah untuk di skiming, sedangkan magnetik itu bisa di skimming,” katanya.

Dijelaskannya, sekarang kalau pun ATM chip bisa di kloning atau dibuatkan kartu baru oleh penjahat, kemungkinan juga susah karena alatnya sangat mahal sekali lagipula alat tersebut susah didapatkan.

“Saya yakin biayanya untuk mendapatan alat klon kartu chip itu tidak sebanding dengan uang yang didapatkan. Sedangkan alat skimming itu masih ada yang jual di situs-situs gelap di darkweb,” jelasnya.

Jadi disini harus dilihat dulu ATM yang digunakan oleh Bank Kalsel apakah masih magnetik atau sudah ke chip.

Pria yang akrab disapa Ical itu menjelaskan, diduga  bisa karena kegagalan sistem bank itu sendiri.

Biasanya ini terjadi ketika bank akan melakukan upgrade hardware atau software, tidak mempersiapkan secara detail ketika akan melakukan proses upgrade tersebut. Kesalahan bisa di hardware, software atau bahkan sumber daya manusianya.

“Perlu dijelaskan sama pihak bank, salah satu mengetahui apakah itu bisa diskimming atau tidak adalah dengan melihat kartu ATM yang dikeluarkan pihak bank, apakah sudah berbentuk chip atau magnetik. Kalau chip itu kemungkinan besar sangat sulit di skim, sedangkan magnetik sudah sering terjadi,” beber Ical.

Dia juga menerangkan, kalau ATM masih magentik berarti Bank Kalsel tidak memperhatikan edaran BI. Kemudian kejadian ini juga pernah menimpa beberapa bank-bank nasional seperti biasanya ada hal besar yang tidak diungkap ke publik. (MP/Wartabanjarcom).

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.